Breaking News
light_mode

Wako Edi: Renstra dan RKPD Jawab Tantangan Pembangunan

  • calendar_month Sel, 7 Mar 2023
  • comment 0 komentar

LensaKalbar – Jabatan Wali Kota dan Wakil Wali Kota Pontianak akan memasuki purna tugas pada akhir tahun mendatang. Memastikan pembangunan tetap berlanjut, Pemerintah Kota (Pemkot) Pontianak melalui Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota Pontianak terus berupaya memantapkan program yang mendukung keberlanjutan melalui Forum Lintas Perangkat Daerah di Hotel Golden Tulip, Senin (7/3/2023).

Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono menjelaskan, adanya forum tersebut untuk menyusun Rencana Rencana Strategis Perangkat Daerah Tahun 2024-2026 dan Rencana Kerja Perangkat Daerah (RKPD) Tahun 2024. Selain perangkat daerah, segenap panelis juga diisi pakar di bidangnya. Edi menyampaikan apresiasi kepada aparatur atas dedikasi maupun kinerja selama ini.

“Apresiasi kepada kinerja Pemkot dalam hal ini perangkat daerah yang optimal dengan keterbatasan SDM,” katanya.

Menjawab tantangan pembangunan, Edi berharap forum tersebut menghasilkan solusi konkret dan bersifat jangka panjang. Sebagai ibu kota provinsi, Pontianak jadi pusat aktivitas masyarakat Kalimantan Barat (Kalbar). Pertumbuhan dan mobilitas penduduk menambah tuntutan untuk mengembangkan potensi serta menyelesaikan permasalah terkait perkembangan kota.

Setiap pembangunan memiliki dampak positif dan negatif. Yang pasti, lanjut Edi, pembangunan yang dilakukan Pemkot Pontianak mengikuti kaidah perencanaan, baik aturan juga kondisi eksisting masyarakat kota.

Ia bilang, ada yang bisa selesai dalam setahun, ada yang perlu beberapa tahun, termasuk masalah rutin seperti genangan, kemacetan, air limbah, sampah dan sebagainya.

“53,4 persen penduduk Indonesia tinggal di kota. Kota yang terbatas ini akan sangat berat, jika tidak ditata dengan baik, terutama dalam pemenuhan infrastruktur dasar. Oleh karena itu diperlukan kolaborasi dengan konsep smart city, dan ini terus kita lakukan,” ungkapnya.

Berbagai persoalan menjadi pembahasan utama pada forum itu, mulai dari sektor infrastruktur, sosial budaya hingga perekonomian. Di sektor infrastruktur misalnya, Edi memaparkan seperti contoh duplikasi Jembatan Kapuas I dan perbaikan jalan di Pontianak Utara.

Selain itu pembangunan Mal Pelayanan Publik (MPP) di Pasar Kapuas Indah yang sekaligus mengubah wajah baru Kota Pontianak, dari yang awalnya gedung-gedung menghadap jalan, kini perlahan menghadap sungai.

“Jalan gang sekarang 89 persen kondisi baik, sedikit lagi selesai dan harus ditingkatkan kualitasnya. Kemudian kita perbanyak ruang terbuka hijau, tata ruang, tanaman dan ruang interaksi warga,” jelasnya. (kominfo/prokopim/LK1) 

  • Penulis: Zainuddin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Heri Jambri Dukung Turnamen Futsal Tingkat SD, SMP dan SMA

    Heri Jambri Dukung Turnamen Futsal Tingkat SD, SMP dan SMA

    • calendar_month Sen, 30 Okt 2023
    • 0Komentar

    LensaKalbar – Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Sintang, Heri Jambr li mengapresiasi kegiatan Exchool cabang olahraga Futsal tingkat SD hingga SMA. “Tentunya dengan adanya kegiatan ini, menjadi langkah positif bagi perkembangan olahraga di daerah. Untuk itu, kami apresiasi kegiatan semacam ini untuk membangkitkan semangat olahraga di kalangan siswa,” kata Heri Jambri. Selain […]

  • Toko Modern Harus jadi Mitra Strategis UMKM Sintang

    Toko Modern Harus jadi Mitra Strategis UMKM Sintang

    • calendar_month Kam, 19 Mar 2026
    • 0Komentar

    LensaKalbar – Wakil Ketua DPRD Kabupaten Sintang, Sandan, meminta seluruh toko modern yang beroperasi di Bumi Senentang agar tidak hanya menjual produk pabrikan, tetapi juga membuka ruang bagi produk makanan hasil pelaku usaha kecil dan menengah (UKM) lokal. Sandan menilai, langkah tersebut penting untuk mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat sekaligus memperkuat daya saing produk daerah. Menurut […]

  • 17 Desa di Serawai Akan Masuk Kecamatan Tontang
    OPD

    17 Desa di Serawai Akan Masuk Kecamatan Tontang

    • calendar_month Rab, 16 Okt 2024
    • 0Komentar

    LensaKalbar – Kecamatan Serawai akan dimekarkan menjadi Kecamatan Tontang. Perihal inipun diungkapkan Camat Serawai, Nopeka ketika ditemui Lensakalbar.co.id di Pendopo Bupati Sintang, Rabu (16/10/2024). Ke depannya, kata Nopeka, Kecamatan Serawai hanya memiliki 21 desa saja. Sedangkan 17 desanya akan masuk ke Kecamatan Tontang. “Total jumlah desa di Kecamatan Serawai semuanya ada 38 desa, karena akan […]

  • Pemerintah, Tolong Perhatikan Infrastruktur Jalan dan Listrik di Desa Ansiap

    Pemerintah, Tolong Perhatikan Infrastruktur Jalan dan Listrik di Desa Ansiap

    • calendar_month Sel, 21 Jul 2020
    • 0Komentar

    LensaKalbar – Pemerintah Kabupaten Mempawah diminta agar lebih memperhatikan infrastruktur jalan dan jaringan listrik di Desa Ansiap, Kecamatan Sadaniang. Sebab banyak kondisinya dalam keadaan rusak. “Masyarakat kami hanya minta dua hal. Pertama perbaikan jalan. Dan kedua adalah jaringan listrik,” kata Kepala Desa Ansiap, Imanuel Yoki. Menurutnya, tidak mungkin bila kedua persoalan itu dapat diselesaikan, apabila […]

  • Wow, Jembatan Ketungau II Telan Biaya Rp 27 Miliar

    Wow, Jembatan Ketungau II Telan Biaya Rp 27 Miliar

    • calendar_month Sel, 22 Agu 2017
    • 0Komentar

    LensaKalbar –  Proyek pembangunan Jembatan Ketungau II sudah dimulai. Jembatan tersebut menelan biaya sekitar Rp 27 miliar. Kepala Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kabupaten Sintang, Murjani menjelaskan, pembangunan Jembatan Ketungau II ini terdiri atas dua tahap. Tahap Pertama, pembangunan bagian bawah jembatan, yaitu Tiang Pancang 1 dan 2 abodmen dari sisi bibir sungai, masing-masing sepanjang 120 […]

  • Tertibkan Gepeng, Dinsos Sintang Akan Koordinasi dengan Instansi Terkait

    Tertibkan Gepeng, Dinsos Sintang Akan Koordinasi dengan Instansi Terkait

    • calendar_month Rab, 30 Jan 2019
    • 0Komentar

    LensaKalbar – Dinas Sosial berencana akan melakukan penertiban terhadap pengamen, gelandangan dan pengemis, anak punk serta orang gila. Hanya saja, tidak dalam waktu dekat ini. “Rencana sih ada. Tapi blum dalam waktu dekat ini. Kita perlu rapat dan musyawarah dulu dengan instansi terkait,” kata Kepala Bidang (Kabid) Rehabilitasi, Perlindungan dan Jaminan Sosial, Dinas Sosis (Dinsos) […]

expand_less