Breaking News
light_mode

Dorong Seluruh Sekolah Wujudkan Lingkungan Asri

  • calendar_month Sel, 13 Des 2022
  • comment 0 komentar

LensaKalbar – Sebelas sekolah di Kota Pontianak berhasil meraih penghargaan di bidang lingkungan hidup, yaitu Sekolah Adiwiyata Tahun 2022. Dari semua sekolah tersebut, dua mendapat penghargaan tingkat nasional dan tiga di tingkat provinsi. Sedangkan di tingkat kota, terdapat enam sekolah yang menerima penghargaan.

SMPN 3 Pontianak dan SDN 6 Pontianak Timur meraih Sekolah Adiwiyata Tahun 2022 di tingkat nasional. Di tingkat provinsi, penghargaan diberikan kepada SMAN 7 Pontianak, SD Swasta Bawamai Pontianak dan SD Swasta Al Mumtaz Pontianak.

Sedangkan untuk tingkat kota, di antara sekolah tersebut adalah SMPN 26 Pontianak, SDN 10 Pontianak Utara, SDN 35 Pontianak Utara, SDN 32 Pontianak Tenggara, SDN 73 Pontianak Barat serta SDN 13 Pontianak Barat.

Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono mengatakan, prestasi yang sudah didapat tersebut harus meningkatkan semangat dari tenaga pendidik serta kinerja dari dinas terkait, dalam hal ini Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Pontianak. Dia menyebut, masih terdapat banyak hal yang perlu dievaluasi terkait kebersihan lingkungan.

“Sekolah-sekolah yang sudah mendapat penghargaan, saya harap dapat dijadikan motivasi agar dilakukan peningkatan lagi di sektor lingkungan hidup. Kalau dilihat secara kasat mata, sebetulnya masih terdapat kekurangan,” ungkapnya usai menyerahkan penghargaan secara simbolis dan menanam pohon di SMPN 11 Pontianak, Selasa (13/12/2022).

Kendati sudah kerap menerima penghargaan di sektor lingkungan hidup, Edi tidak ingin pihaknya lengah. Dia meminta kolaborasi antara DLH Kota Pontianak dengan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Pontianak dalam membenahi urusan kebersihan di sekolah-sekolah.

“Misalnya mengecat kembali ruang yang tidak layak, membuat batas dengan bambu atau pucuk merah, membuat papan pengumuman dengan rapi, dan lainnya. Intinya, ada atau tidak ada penghargaan, menjadi bersih itu wajib. Menjadi bersih, hijau dan asri, itu yang diprioritaskan Pemerintah Kota Pontianak,” tutur dia.

Sudah menjadi visi dan misi Kota Pontianak, untuk meningkatkan wawasan berbasis lingkungan hidup. Khususnya di lingkungan belajar, lanjut Edi, perlu diperbanyak tanaman hias dan pohon guna menambah keteduhan di sekitarnya.

“Fungsi tanaman itu banyak, bisa sebagai peneduh, pengarah, tanaman hias dan produktif. Kita harus tau karakter tanaman, sehingga paham bagaimana penempatannya tepat,” terangnya.

Edi menambahkan, diadakannya lomba seperti Adiwiyata merupakan pengingat agar anak-anak bangsa senantiasa memiliki pikiran positif karena berada di lingkungan yang sehat. Semua itu tidak lain untuk meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) generasi selanjutnya.

“Diiringi juga dengan proses pembelajaran yang meningkat. Karena lingkungan yang baik akan menciptakan orang-orang baik pula. Saya ucapkan selamat bagi para pemenang dan apresiasi setiap upaya yang dilakukan,” tutupnya.

Terdapat empat aspek yang dinilai pada penghargaan Sekolah Adiwiyata ini. Keempat aspek itu adalah Aspek kebijakan sekolah yang berwawasan lingkungan hidup; Aspek kurikulum sekolah berbasis lingkungan hidup; Aspek kegiatan lingkungan di sekolah berbasis partisipatif; Aspek Pengelolaan sarana dan prasarana pendukung sekolah yang ramah lingkungan.

Adiwiyata adalah upaya membangun program atau wadah yang baik dan ideal untuk mendapatkan ilmu pengetahuan dan berbagai norma serta etika yang dapat menjadi dasar manusia menuju terciptanya kesejahteraan hidup untuk cita-cita pembangunan berkelanjutan. Adiwiyata merupakan nama program pendidikan lingkungan hidup. Di dunia internasional juga dikenal dengan nama Green School.

Program Adiwiyata terbukti menciptakan sekolah yang nyaman, aman dan harmonis, khususnya untuk kebutuhan belajar peserta didik. Secara otodidak peserta didik perlahan menjadi generasi yang peduli dan berbudaya lingkungan, sekaligus mendukung dan mewujudkan sumberdaya disekitar sekolah terdidik melek terhadap perkembangan ekonomi, sosial, dan lingkungannya dalam mencapai pembangunan berkelanjutan.

Dalam acara itu, sekolah yang berada dalam naungan Pemkot Pontianak diberikan hadiah berupa piagam, sertifikat maupun uang tunai masing-masing Rp3,5 juta. (prokopim/kominfo/LK1) 

  • Penulis: Zainuddin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Mempawah Komitmen Dorong Pertumbuhan Ekonomi Melalui Koperasi

    Mempawah Komitmen Dorong Pertumbuhan Ekonomi Melalui Koperasi

    • calendar_month Sen, 24 Jun 2024
    • 0Komentar

    LensaKalbar – Penjabat (Pj) Bupati Mempawah, Ismail membuka secara resmi Pelatihan Perkoperasian di Wisma Chandramidi yang Mempawah, Senin (24/6/2024). Kegiatan yang digelar Pemerintah Kabupaten Mempawah melalui Dinas Penanaman Modal Koperasi Usaha Kecil dan Menengah dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu ini mengusung tema “Perubahan Menuju Kemajuan dan Go Digital”. “Jadi, tema yang diangkat sangat relevan dengan […]

  • Ingat! 7 Persen HGU Perusahaan Kebun Wajib Masuk, Jaga dan Lindungi Hutan

    Ingat! 7 Persen HGU Perusahaan Kebun Wajib Masuk, Jaga dan Lindungi Hutan

    • calendar_month Sel, 14 Mar 2023
    • 0Komentar

    LensaKalbar – Ingat!. Setiap perusahaan yang bergerak di sektor perkebunan nemiliki kewajiban yang harus dipenuhinya, salah satunya adalah terkait Hak Guna Usaha (HGU). Dimana dalam aturannya 7 persen dari HGU perusahaan perkebunan wajib dalam kawasan hutan. Tentunya hal tersebut harus dijaga dan dilindungi bersama, agar kawasan hutan tersebut tetap lestari. Hal ini diungkapkan Bupati Sintang, […]

  • Cegah Anemia Remaja Putri, Dinkes Bagikan Tablet Tambah Darah untuk Siswi SMP dan SMA

    Cegah Anemia Remaja Putri, Dinkes Bagikan Tablet Tambah Darah untuk Siswi SMP dan SMA

    • calendar_month Sab, 24 Agu 2019
    • 0Komentar

    LensaKalbar – Tingginya prevalensi anemia pada ibu hamil di Indonesia, mendorong Dinas Kesehatan Kota Pontianak untuk mengkampanyekan cegah anemia pada remaja putri di Kota Pontianak. Berdasarkan hasil riset kesehatan dasar 2018, diketahui prevalensi anemia pada ibu hamil di Indonesia sebanyak 48,9 persen. Salah satu kontribusi yang menyebabkan anemia pada ibu hamil adalah terjadinya kondisi anemia […]

  • Peserta Pemilu Tak Boleh Kampanye, Ini Sebabnya …

    Peserta Pemilu Tak Boleh Kampanye, Ini Sebabnya …

    • calendar_month Sab, 3 Nov 2018
    • 0Komentar

    LensaKalbar – Kampanye dengan cara money politik, intimidasi dan Politik SARA dilarang. Sanksinya, peserta Pemilu tidak diperbolehkan melakukan kampanye selama masa kampanye berlangsung. Hal itu diatur dalam UU PKPU/Bawaslu. “Jangan ada intimidasi, politik SARA yang mengandung perpecahan, dan melakukan kampanye di tempat yang sudah dilarang. Kalau memang ada pelanggaran seperti itu, maka peserta pemilu itu […]

  • Anggota Dewan Harus Konstruktif dan Substantif

    Anggota Dewan Harus Konstruktif dan Substantif

    • calendar_month Sel, 13 Agu 2019
    • 0Komentar

    LensaKalbar – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten kubu Raya menetapkan jumlah perolehan suara partai politik dan 45 Anggota DPRD Terpilih Kabupaten Kubu Raya pada Rapat Pleno Terbuka, Selasa (13/8/2019), di Hotel Dangau Kubu Raya. Dalam rapat pleno, Komisioner KPU Kubu Raya membacakan satu persatu perolehan suara masing-masing partai politik dan nama calon legislatif yang terpilih […]

  • 4.419 Jiwa di Desa Pasir Terdampak Banjir

    4.419 Jiwa di Desa Pasir Terdampak Banjir

    • calendar_month Kam, 26 Agu 2021
    • 0Komentar

    LensaKalbar – Banjir merendam pemukiman masyarakat di Desa Pasir, Kecamatan Mempawah Hilir, Kabupaten Mempawah, Kamis (26/8/2021). Banjir yang telah berlangsung sejak beberapa hari itu menyebabkan 1.124 kepala keluarga (kk) atau 4.419 jiwa terdampak banjir. Ketua Karang Taruna Patih Gumantar Desa Pasir, Tirmizi mengungkapkan, banjir di Desa Pasir telah berlangsung sejak Minggu (22/8/2021) lalu. Ketinggian banjir […]

expand_less