Breaking News
light_mode

Rekomendasikan Empat Kecamatan di Mempawah dalam Program Gemar Ikan

  • calendar_month Sen, 26 Apr 2021
  • comment 0 komentar

LensaKalbar – Anggota Komisi IV DPR-RI, Maria Lestari, S.Pd mengungkapkan dirinya merekomendasikan empat kecamatan di Kabupaten Mempawah dalam program safari Gerakan Memasyarakatkan Makan Ikan (Gemar Ikan)  tahun 2021.

Melalui kegiatan itu, dirinya akan menyalurkan bantuan untuk 500 orang. “Untuk wilayah Kabupaten Mempawah, kita rekomendasikan empat kecamatan. Yakni Mempawah Hilir, Mempawah Timur, Toho dan Jongkat sebagai penerima bantuan. Total ada 500 orang yang mendapatkan bantuan ini,” ungkap Maria Lestari saat menghadiri sosialisasi Gemar Ikan di Aula Kantor Dinas Pertanian, Ketahanan Pangan dan Perikanan (DPKPP) Kabupaten Mempawah, kemarin.

Dia menjelaskan, sosialisasi Gemar Ikan 2021 terealisasi berkat kerjasama KKP-RI dengan Komisi IV DPR-RI. Karenanya, dia memberikan apresiasi kepada KKP-RI yang telah menerima aspirasi program Gemar Makan Ikan tersebut dan merealisasikannya di Kabupaten Mempawah dan Kabupaten Ketapang.

“Terima kasih pula kepada Pemprov Kalbar dan Kabupaten Mempawah yang  telah memfasilitasi kegiatan ini. Mudah-mudahan kegiatan safari gemar makan ikan atau memasyarakatkan makan ikan bisa menjadi program prioritas pemerintah pusat dan daerah,” harapnya.

Menurut Maria, program gemar ikan berkaitan erat dengan masalah stunting di masyarakat. Terutama untuk menurunkan angka stunting yang terbilang masih tinggi. Hasil survey status gizi balita Indonesia tahun 2019 menunjukan angka stunting sebesar 27,27 %.

“Secara keseluruhan angkanya menurun. Walau menurun, namun angka ini masih tinggi. Mengingat WHO menargetkan angka stunting tidak lebih dari 20%. Dan data bank dunia menyebut angkatan kerja masa bayi stunting 54%,” paparnya.

Maka, imbuh dia, persoalan stunting menjadi perhatian serius pemerintah pusat hingga daerah. Di tahun 2021 ini, pemerintah menargerkan angka stunting turun menjadi 14% pada tahun 2024 mendatang.

“Data BKKBN Kalbar tahun 2019-2020, angka stunting di Kalbar mencapai 30% atau diatas nasional. Sehingga Klabar masuk dalam peringkat 8 angka stunting tertinggi di Indonesia. Untuk wilayah Kalbar meliputi Kabupaten Sambas, Sintang, Ketapang, Melawi dan Kapuas Hulu. Karena 6 kabupaten ini pada tingkat prevelansi stunting tertinggi di Kalbar,” pungkasnya.

Selain dihadiri Anggota Komisi IV DPR-RI, Maria Lestari, S.Pd, kegiatan Safari Gemar Ikan juga diikuti Dirjen PDSPKP KKP RI, Harun AS, STPI, PM, Kabid KP3K dan Pengawasan Dinas Kelautan dan Perikanan Kalbar, Ir Dionisius Endy Vietsaman, MMP, Wakil Bupati Mempawah, H Muhammad Pagi, Kepala DPKPP Mempawah, Gusti Basrun dan lainnya. (Dex)

  • Penulis: Zainuddin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Sungguh Terlalu! Kalau Pejabat Belum Bayar dan Laporkan SPT Tahunan

    Sungguh Terlalu! Kalau Pejabat Belum Bayar dan Laporkan SPT Tahunan

    • calendar_month Rab, 20 Feb 2019
    • 0Komentar

    LensaKalbar – Sungguh Terlalu! Apabila masih ada pejabat dan masyarakat yang memiliki penghasilan  belum membayar pajak dan melakukan pelaporan SPT tahunan pajak penghasilan pribadi. “Kalau sampai saat ini belum ada yang bayar pajak itu sungguh terlalu. Tentunya perlu ada panutan, perlu ada contoh, seperti saya Bupati Sintang, Wakil Bupati Sintang, dan Sekda Sintang, kita memberikan […]

  • PKB Target 2 Kursi di Dapil Sintang 1,2,3 dan 6

    PKB Target 2 Kursi di Dapil Sintang 1,2,3 dan 6

    • calendar_month Sab, 13 Mei 2023
    • 0Komentar

    LensaKalbar – DPC Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Sintang menargetkan 2 kursi pada 4 dapil yang memiliki alokasi kursi di atas 7. 4 Dapil tersebut meliputi Sintang 1, Sintang 2, Sintang 3, dan Sintang 6. Ihwal inipun diungkapkan Wakil Ketua DPC PKB Sintang, M Chomain Wahab usai menyerahkan berkas pendaftaran bakal calon legislatif (Bacaleg) di Komisi […]

  • Jarot : Masyarakat Pedalaman Belum Merasakan Nikmatnya Kemerdekaan

    Jarot : Masyarakat Pedalaman Belum Merasakan Nikmatnya Kemerdekaan

    • calendar_month Sel, 22 Agu 2017
    • 0Komentar

    LensaKalbar – Sudah 72 tahun Indonesia merdeka. Tetapi masih banyak masyarakat pedalaman yang belum merasakan nikmatnya kemerdekaan ini. Mereka masih berjuang menghadapi infrastruktur dasar yang belum memadai. “Jalan belum sepenuhnya bagus, begitu pula ketersediaan air bersih dan listrik,” kata dr. Jarot Winarno M. Med.Ph, Bupati Sintang, ketika membuka Pameran Pembangunan dan Sintang Expo 2017, di […]

  • Belajar Tatap Muka di Pontianak Ditunda hingga Batas Waktu yang Tidak Ditentukan

    Belajar Tatap Muka di Pontianak Ditunda hingga Batas Waktu yang Tidak Ditentukan

    • calendar_month Sen, 4 Jan 2021
    • 0Komentar

    LensaKalbar – Pemerintah Kota (Pemkot) Pontianak menunda pembelajaran tatap muka di sekolah yang rencananya dijadwalkan Januari 2021. Hal ini menyikapi kondisi perkembangan Covid-19 di Kota Pontianak. Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono selaku Ketua Satuan Tugas (Satgas) Covid-19 Kota Pontianak, menyatakan menunda pembelajaran tatap muka di seluruh satuan pendidikan yang ada di Kota Pontianak. “Sampai […]

  • Selama Ramadhan, Ini Jam Kerja Bagi ASN Sintang

    Selama Ramadhan, Ini Jam Kerja Bagi ASN Sintang

    • calendar_month Rab, 1 Mei 2019
    • 0Komentar

    LensaKalbar – Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi merilis aturan jam kerja bagi aparatur sipil negara (ASN) selama bulan Ramadhan 1440 Hijriah atau 2019 masehi ini. Ketentuan itu ditetapkan dalam Surat Edaran (SE) Nomor 394 Tahun 2019 tertanggal 26 April 2019 yang ditandatangani oleh Menteri PAN RB. Menindaklanjuti SE tersebut, Bupati Sintang, Jarot Winarno […]

  • Minta Gubernur Perhatikan Jalan Ketungau dan Serawai – Ambalau

    Minta Gubernur Perhatikan Jalan Ketungau dan Serawai – Ambalau

    • calendar_month Kam, 27 Jun 2019
    • 0Komentar

    LensaKalbar – Berbicara permasalahan infrastruktur jalan, Kabupaten Sintang boleh dikatakan memprihatinkan. Bagaimana tidak, 80 persen pondasi  jalan masih berstruktur tanah. Salah satu contohnya jalan Ketungau-Sintang, dan Serawai – Ambalau yang kondisinya rusak parah. Kubangan lumpur. Padahal jalan tersebut menjadi andalan warga, baik dari Ketungau-Sintang atau sebaliknya. “Mudah-mudahan, gubernur baru kita bisa melihat dan peduli dengan […]

expand_less