
LensaKalbar – Perusahaan – perusahaan yang beroperasi di Kabupaten Mempawah tampaknya mulai main-main atau nakal. Pasalnya undangan ekspose yang ditandatangani langsung Bupati Mempawah sepertinya hanya oretan di atas kertas saja.
Ihwal tersebut mengundang kekecewaan Bupati Mempawah. Sebab, dari tiga perusahaan yang diundang untuk kegiatan ekspose, Jumat (7/2/2020), hanya dua perusahaan yang hadir. Satu perusahaan absen yakni, PT Japfa Comfeed Indonesia.
Kekecewaan orang nomor satu di Bumi Galaherang ini bukan tanpa alasan. Pasalnya, Jumat (31/1/2020) lalu, pemerintah juga mengundang tiga perusahaan. Sayangnya yang hadir hanya satu perusahaan yakni, PT Cemindo Bangun Persada. Sementara, PT Frilay Beton dan PT Conch West tidak hadir.
Apalagi, yang hadir dalam kegiatan ekspose itu bukan pimpinan perusahaannya langsung melainkan hanya perwakilan. Kegiatan yang bertujuan untuk merumuskan serta menselaraskan program pemerintah bersama pihak perusahaan seakan menjadi sia-sia.
“Seharusnya yang hadir pimpinan perusahaan, bukan hanya perwakilan saja. Mestinya kalau bupati yang ngundang pimpinan langsung yang datang. Jangan sudah dapat area lahan, izin perusahaan, dan saat kita panggil untuk kegiatan tidak mau datang, malah perwakilan yang dikirim,” kesal Bupati Mempawah, Hj Erlina saat memberikan sambutannya pada kegiatan ekpose perusahaan di Aula Balirung Setia, Kantor Bupati Mempawah.
Bupati Erlina tampaknya masih sabar dan menerima sejumlah perwakilan yang dikirim oleh perusahaan tersebut dalam giat ekspose yang digelar.
“Masih mau saya menerima bapak ibu sekalian. Tapi, tolong apa yang kita sampaikan di sini untuk segera mungkin ditindaklanjuti, karena saya ingin sekali supaya hasil dari pertemuan ini dicepatkan karena bagaimana pun masih ada lagi kegiatan yang kami laksanakan,” pintanya.
Pertemuan ini, munurut dia, merupakan langkah baik dari pemerintah untuk bersama-sama pihak perusahaan membuat suatu kesepahaman bersama terkait apa yang menjadi permasalahan perusahaan. Dan tujuan utama kami juga adalah ingin menata perusahaan yang beroperasi di Mempawah.
“Kalau pun ada kendala yang belum terselesaikan, langkah baiknya perusahaan dapat melakukan koordinasi dan menyelesaikannya dengan OPD terkait,” katanya.
Selain itu, Bupati Erlina ingin mendengar langsung berapa jumlah tenaga kerja lokal dan yang sudah direkrut oleh dua perusahaan itu. Dan berapa jumlah tenaga kerja yang masih dibutuhkan.
“Yang kami inginkan ada komitmen bersama yang di ikat dengan MoU antara pemerintah daerah dan perusahaan. Mudah – mudahan dengan hadirnya dua perusahaan ini apa yang menjadi harapan kami bisa disinkronkan,” pungkasnya. (Dex)