4 Hari BBM Langka, Bupati Bala Tegur Pertamina
- calendar_month 19 jam yang lalu
- comment 0 komentar

LensaKalbar – Kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) selama empat hari terakhir di Kabupaten Sintang memicu reaksi keras dari Bupati Sintang, Gregorius Herkulanus Bala.
Dalam Rapat Koordinasi Pengendalian Inflasi Tahun 2026 jelang Hari Besar Keagamaan Nasional di Pendopo Bupati Sintang, Jumat (13/2/2026), Bupati Bala secara terbuka menegur jajaran Pertamina dan meminta langkah cepat untuk mengatasi krisis distribusi.
Rakor tersebut turut dihadiri Kepala Depot Pertamina Sintang, Rizky Firmansyah, serta perwakilan Pertamina Patra Niaga, Bisma Abdillah.
Pada kesempatan tersebut, Rizky Firmansyah menjelaskan, menipisnya stok Pertalite dan Pertamax di Depot Pertamina Sintang disebabkan kapal tugboat pengangkut BBM hanya mampu mencapai Sanggau. Pendangkalan Sungai Kapuas akibat berkurangnya debit air membuat distribusi ke Sintang terhambat.
Akibatnya, SPBU di Sintang terpaksa mengambil pasokan BBM menggunakan truk tangki langsung dari Pontianak.
Rizky juga mengungkapkan bahwa pengajuan pembangunan supply point di Sanggau sebenarnya sudah diajukan, namun hingga kini belum terealisasi.
“Seandainya supply point di Sanggau sudah beroperasi, dalam kondisi kemarau SPBU bisa ambil BBM di Sanggau, bukan di Pontianak,” jelasnya.
Mendengar penjelasan tersebut, Bupati Bala tak bisa menyembunyikan kekecewaannya. Ia menilai pendangkalan Sungai Kapuas bukanlah persoalan baru dan seharusnya sudah diantisipasi sejak lama.
“Musim kemarau ini terjadi setiap tahun. Kalau curah hujan berkurang dan debit air menurun, harusnya sudah ada langkah antisipasi. Jangan tunggu kemarau lama baru sibuk,” tegas Bupati Bala.
Bupati Bala bahkan meminta Pertamina menyiapkan strategi darurat setiap kali tanda-tanda kemarau mulai muncul.
“Kalau seminggu tidak ada hujan, langsung siapkan opsi lain. Jangan menunggu krisis,” kata Bupati Bala.
Selain itu, Bupati Bala juga mengungkapkan bahwa sejumlah elemen masyarakat sempat berencana menggelar aksi demonstrasi akibat kelangkaan BBM yang memicu antrean panjang hingga 1–2 jam di SPBU.
“Proses ekonomi tidak bisa bergerak. Kerugiannya sudah berapa? Saya tahan dulu masyarakat yang mau demo. Saya jaga reputasi Bapak-bapak di Pertamina juga. Tapi saya punya keterbatasan,” ungkap Bupati Bala.
Walau demikian, kata Bupati Bala, Pemerintah Kabupaten Sintang siap membantu memenuhi persyaratan apa pun yang dibutuhkan demi kelancaran distribusi, termasuk percepatan pembangunan supply point di Sanggau.
“Asal BBM lancar. Kalau ada syarat yang harus kami penuhi, sampaikan. Termasuk agar supply point di Sanggau bisa dibangun atau diaktifkan. Saya siap bantu,” pungkas Bupati Bala. (prokopim/LK1)
- Penulis: Zainuddin

Saat ini belum ada komentar