107 Kasus Gigitan, Sintang Tetapkan KLB Rabies 2026
- calendar_month 4 jam yang lalu
- comment 0 komentar

LensaKalbar – Lonjakan 107 kasus gigitan hewan penular rabies di awal tahun 2026 mendorong Pemerintah Kabupaten Sintang menetapkan Kejadian Luar Biasa (KLB) Rabies, meski hingga kini belum ditemukan korban meninggal dunia.
Penetapan KLB tersebut diputuskan dalam rapat lintas organisasi perangkat daerah (OPD) yang dipimpin Sekretaris Daerah Kabupaten Sintang Kartiyus, Senin (9/2/2026), di Ruang Rapat Sekda Sintang.
Sekda Kartiyus menegaskan, langkah ini diambil sebagai tindakan cepat dan preventif agar penanganan rabies tidak terlambat.
“Ini masih awal tahun, tapi kasus gigitan sudah 107. Kita tidak menunggu ada korban meninggal. Keselamatan manusia adalah yang utama,” tegas Sekda Kartiyus.
Sekda Kartiyus menambahkan, pemerintah akan memperkuat sosialisasi kepada masyarakat, memperluas vaksinasi rabies pada anjing milik warga, serta melakukan eliminasi terhadap anjing yang menggigit manusia untuk diuji laboratorium.
“Anjing yang menggigit wajib dieliminasi. Vaksin harus diperbanyak agar penanganan lebih luas dan maksimal,” ujar Sekda Kartiyus.
Plt Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sintang, dr. Rosa Trifina, mengungkapkan bahwa status KLB Rabies Tahun 2023 hingga kini belum dicabut, karena kondisi rabies di Sintang masih belum memenuhi syarat untuk dinyatakan aman.
Dari sisi data lapangan, Plt Kabid Kesehatan Hewan dan Kesehatan Masyarakat Veteriner Dinas Perkebunan dan Peternakan Sintang, Eka Dahliana, menyebutkan bahwa tahun 2025 terjadi 717 kasus gigitan, dan pada tahun 2026 sudah tercatat 107 kasus, dengan sebaran tertinggi di Kecamatan Tempunak, Ketungau Hulu, dan Sepauk.
“Empat sampel laboratorium dinyatakan positif rabies. Sementara SDM kami hanya tiga dokter hewan dan satu staf fungsional veteriner,” ungkap Eka.
Sementara itu, Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinkes Sintang, Haryono Linoh, memastikan hingga saat ini belum ada korban meninggal akibat rabies, meski risiko penularan tetap tinggi. (prokopim/LK1)
- Penulis: Zainuddin

Saat ini belum ada komentar