Empat Kecamatan di Sintang Berpotensi Batingsor

  • Whatsapp
Supriyadi, Kepala BMKG Sungai Tebelian

LensaKalbar – Badan Meteorologi Krimatologi dan Geofisika Sungai Tebelian memprediksi empat kecamatan di Kabupaten Sintang berpotensi terjadinya bencana Banjir, Puting Beliung dan Tanah Longsor (Batingsor).

Empat kecamatan tersebut, yakni Kecamatan Serawai, Kecamatan Ambalau, Kecamatan Kayan Hilir, dan Kecamatan Kayan Hulu.

“Jadi empat kecamatan ini, kami minta kepada masyarakatnya agar tetap waspada, karena bencana datangnya tiba-tiba,” ungkap Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika Sungai Tebelian, Supriyadi ketika mengikuti rapat koordinasi (Rakor) penanganan Batingsor di Ruang Rapat Sekda Sintang, Senin (8/8/2022).

Selain itu, lanjut Supriyadi, kondisi cuaca sepanjang Agustus 2022 diprediksinya masih terjadi curah hujan, namun kondisinya di atas normal. Sedangkan September – Oktober 2022 curah hujan juga masih di atas normal.

“Hanya saja kondisinya tidak se ekstrim tahun lalu saat bencana banjir. Malahan kalau kita lihat prediksi bulan November 2022 curah hujan menurun. Nah, puncak curah hujan akan terjadi pada Oktober 2022. Untuk itu, kami minta semua pihak tetap waspada, termasuk masyarakatnya juga harus easpada kata Supriyadi.

Kendati demikian, kata Supriyadi, BMKG memprediksikan kondisi cuaca hingga masuk awal tahun 2023 untuk Kabupaten Sintang masih tergolong normal. Meskipun oktober nanti ada potensi terjadunya hujan dengan intensitas tinggi.

“Tapi kondisinya berbeda dengan curah hujan sewaktu banjir besar tahun lalu. Nah, untuk Karhutla masih aman, karena tahun ini curah hujan tinggi dan hujannya akan sering terjadi pada malam hari” terang Sulriyadi..

“Konndisi iklim dipengaruhi banyak dinamika udara seperti el nina dan la nina,” pungkas Supriyadi. (Dex)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *