Idul Adha di Tengah Wabah PMK, Sarankan Pemerintah Aktif Sosialisasi ke Perternak dan Pedagang Sapi

  • Whatsapp
Mainar Puspa Sari, Anggota DPRD Sintang

LensaKalbar – Menjelang Idul Adha wabah penyakit mulut dan kaki (PMK) yang menyerang sapi-sapi milik peternak di Tanah Air semakin meresahkan. Ihwal inipun mendapat perhatian serius kalangan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Sintang.

Dimana Legislator Dapil Sintang 1, Mainar Puspa Sari mengatakan wabah PMK yang meluas ini harus diantisipasi sejak dini, sehingga hewan ternak di kabupaten ini tidak terserang wabah PMK.

Sosialisasi kepada peternak dan pedagang mesti gencar dilakukan dinas terkait, mengingat tak lama lagi masyarakat akan merayakan Idul Adha. Jumlah hewan ternak yang diperlukan untuk memenuhi ibadah kurban sangat besar. Dan harus dipastikan bahwa hewan kurban seperti sapi dan kambing benar-benar sehat dan bebas dari wabah PMK.

Sebab, kata Mainar Puspa Sari, daging kurban setelah disembelih akan dikonsumsi oleh masyarakat. “Kita harus memastikan bahwa daging kurban yang akan dikonsumsi daging yang benar-benar sehat, steril, dan terbebas dari wabah PMK,” ujar Mainar Puspa Sari.

Setakat ini, ungkap Mainar Puspa Sari, belum ada hewan ternak sapi dan kambing yang dinyatakan positif terinfeksi wabah PMK. Namun diakuinya baru ada 4 yang dinyatakan suspek atau diduga terserang wabah PMK ini.

“Setahu saya ada 4 hewan ternak sapi, itupun masih diduga belum positif, karena pemerintah daerah masih menunggu hasil laboratoriumnya. Kita harap hasil lab-nya tidak positif terinfeksi wabah PMK,” ungkap Mainar Puspa Sari berharap.

“Artinya, Sintang masih dalam status aman dan terkendali dari wabah penyakit mulut dan kuku (PMK) ini,” tambah Mainar Puspa Sari.

Selain itu, politisi Partai Demokrat (PD) ini juga mengapresiasi langkah-langkah yang sudah diambil pemerintah daerah melalui dinas terkait. Pasalnya, kata dia, belum lama ini pemerintah melaunching vaksin PMK yang dipusatkan di Kecamatan Sungai Tebelian.

Olehkarenanya, Mainar Puspa Sari menyarankan agar dinas terkait dapat lebih aktif dan gencar mensosialisasikan kepada para peternak bahaya dan dampak yang ditimbulkan dari wabah penyakit mulut dan kaki (PMK) terhadap hewan ternak. Meskipun di Kabupaten Sintang ini belum ditemukan kasus hewan ternak positif PMK.

“Tentunya, ini sebagai langkah preventif PMK secara meluas,” pungkas wakil rakyat dari Dapil Sintang 1 ini. (Dex)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *