Pesimis Infrastruktur Sintang 2024 Cerah

  • Whatsapp
Ketua DPRD Sintang, Florensius Ronny saat menghadiri dialog Forum Kalbar di TVRI dengan tema "Infrastruktur Sintang Masih Tertinggal", Selasa (21/6/2022).

LensaKalbar – Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Sintang, Florensius Ronny mengaku pesimis wajah infrastruktur di kabupaten ini, khususnya jalan dan jembatan tampak cerah hingga masa periode 2024.

“Dengan berat hati, saya kata dengan optimis tidak akan banyak mengalami perubahan hingga periode 2024,” ujar Florensius Ronny ketika menjadi nara sumber dialog Forum Kalbar dengan tema “Infrastruktur Sintang Masih Tertinggal” di TVRI Kalbar, Selasa (21/6/2022) lalu.

Florensius Ronny mengatakan, Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Sintang saat ini masih di angka Rp1,7 triliun. Sebelum pandemi Covid-19 Rp2,1 triliun. Dengan skema postur APBD seperti ini, lanjut dia, tidak akan mampu membangun kondisi infrastruktur jalan dan jembatan di kabupaten ini hingga 2024 nanti.

Sebab infrastruktur jalan yang menjadi tanggungjawab pemerintah daerah kurang lebihnya ada 6.000 KM.

“Kalau postur APBD kita bertahan seperti ini dan tidak ada perubahan semenjak kita mengalami pandemi covid-19, maka tidak mungkin ada perubahan ya, karena APBD Sintang yang tadinya Rp2,1triliun, kini tetap bertahan di Rp1,7 triliun. Itupun kita bagi-bagi untuk pembangunan ke sektor lainnya dengan melihat skala prioritas,” kata Florensius Ronny.

Politisi Partai Nasional Demokrat (NasDem) ini menegaskan, pemerintah daerah seharusnya tidak lagi berkutat di persoalan infrastruktur jalan dan jembatan, sebab sektor lainnya juga mesti mendapat perhatian yang sama, seperti sektor pertanian dan perkebunan, ekonomi, pendidikan, kesehatan, dan lainnya.

“Kalau kita hanya berkutat di infrastruktur jalan dan jembatan saja, sementara sektor lain dilupakan, maka sama juga kita tetap tertinggal,” ungkapnya.

Olehkarenanya, Florensius Ronny menyarankan pemerintah daerah dapat membuat perencanaan matang dalam membangun kabupaten ini ke arah yang jauh lebih baik lagi, tapi merata di semua sektor pembangunannya. Meskipun di tengah minimnya dana APBD saat ini.

Penguatan di semua sektor pembangunan penting untuk dilakukan, karena hal itu terbukti ketika pandemi Covid-19 tengah gencar-gencarnya mengancam kesehatan dan keselamatan masyarakat, sektor pertanian dan perkebunan terbukti memberikan harapan masyarakat terdampak Covid-19.

“Kedua sektor ini mampu membuktikan kepada kita semua untuk tetap bertahan dan mendongkrak perekonomian masyarakat terdampak, meskipun laju pertumbuhannya tidak begitu signifikan, namun kita nilai pertanian dan perkebunan mampu menahan ekonomi masyarakat kita,” tutur Florensius Ronny.

Karenanya Florensius Ronny, mengharapkan pemerintah pusat (Pempus) agar dapat memperhatikan infrastruktur di kabupaten ini. Sebab membangun daerah dengan dana yang minim dan memiliki wilayah yang luas, maka tidak mungkin dapat dilakukan.

Olehkarena itu, tegas Florensius Ronny, dibutuhkan komitmen bersama dari semua pemangku kebijakan, baik itu dari pusat, provinsi, dan daerah itu sendiri.

“Terpenting itu sinergitas, kolaborasi, dan sinkronisasi antara pemerintah pusat, provinsi, dan daerah. Kalau ini semua berjalan dengan baik, maka kita yakin pembangunan suatu daerah dapat dirasakan bersama,” pungkas Florensius Ronny, wakil rakyat dari Dapil Kecamatan Kelam Permai – Kecamatan Dedai – Kecamatan Sungai Tebelian ini. (Dex)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *