Perhatikan Kesejahteraan Nakes dan Pendidik di Serawai dan Ambalau

  • Whatsapp
Zulkarnain, Anggota DPRD Sintang

LensaKalbar – Anggota Dewan Perwakikan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Sintang, Zulkarnain menekankan kepada pemerintah daerah setempat, agar memperhatikan persoalan kesejahteraan tenaga kesehatan dan pendidik honorer dan kontrak yang ditempatkan di desa, khususnya di Kecamatan Serawai dan Kecamatan Ambalau.

Politisi Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura) ini, juga sudah menyampaikan perlunya penempatan tenaga medis dan guru honorer sesuai dengan kebutuhan masyarakat di setiap desa.

Mengingat, saat ini masih ada beberapa desa di wilayah Bumi Senentang itu yang masih belum memiliki nakes dan guru yang menetap di tempat tersebut.

“Kita menekankan adanya tenaga kesehatan di desa-desa, selain itu tenaga pengajar juga perlu untuk diperhatikan. Karena masih ada kita temukan beberapa desa yang kita kunjungi saat reses, mengaku belum punya tenaga kesehatan dan guru yang menetap di desa setempat. Contohnya, di Ambalau masih belum punya tenaga kesehatan yang menetap tinggal di sana, ini kan menyulitkan warga. Apalagi sebagian besar wilayah itu minim infrastruktur jalan dan jembatan, sehingga sulit menuju ke desa dan kota lainnya,” ulas Zulkarnain.

Selain itu, Zulkarnain menyarankan pemerintah daerah melalui instansi terkait melakukan peningkatan terhadap dana intensif bagi para guru dan tenaga kesehatan yang masih berstatus honorer ataupun kontrak. Sebab menurut dia, dana intensif guru dan nakes honorer saat ini masih sangat kecil.

“Karena bagaimanapun tanpa mereka, tanpa tenaga pengajar kita tidak bisa seperti sekarang ini. Jadi kita harapkan intensif mereka dilakukan perbaikan atau peningkatan,” kata Zulkarnain berharap.

Tak hanya itu, Zulkarnain juga meminta pemerintah daerah untuk memprioritaskan program bedah rumah untuk masyarakat. Karena pada Tahun 2021 kemarin tidak ada program tersebut, sehingga di Tahun 2022 ini diharapkan dapat terealisasikan.

“Semoga apa yang menjadi keinginan dan kebutuhan masyarakat ini dapat direalisasikan pemerintah daerah, karena kedua kecamatan ini merupakan kawasan terpencil dan tertinggal dari 14 kecamatan yang ada di kabupaten ini,” pungkas Zulkarnain wakil rakyat dari Dapil Kecamatan Serawai dan Kecamatan Ambalau. (Dex)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *