Tausiah Bulanan ASN Mempawah Hadirkan Ustad Lukman Syarif Ahmad

  • Whatsapp
Wakil Bupati Mempawah, H Muhammad Pagi menghadiri kegiatan tausiah bulanan ASN Mempawah di Aula Balairung Setia, Kantor Bupati Mempawah, Jumat (24/6/2022).

LensaKalbar – Kegiatan rutin ceramah bulanan bagi ASN Pemerintah Kabupaten Mempawah kembali digelar, Jumat (24/6/2022).

Kegiatan yang berlangsung di Aula Balairung Setia, Kantor Bupati Mempawah itu menghadirkan Ustad Lukman Syarif Ahmad dari Provinsi Riau.

Kegiatan yang dihadiri Wakil Bupati Mempawah, H Muhammad Pagi, kepala OPD dan ASN di lingkungan Pemerintah Kabupaten Mempawah.

Wakil Bupati Mempawah, H Muhammad Pagi mengatakan kegiatan ceramah bulanan tersebut dilaksanakan rutin dengan dihadiri oleh para ASN di lingkungan Pemerintah Kabupaten Mempawah.

Selain itu program-program keagamaan yang digelar Pemkab Mempawah bertujuan tak hanya untuk meningkatkan ketaqwaan kepada Allah SWT, tetapi juga dapat diterapkan dalam keseharian sebagai abdi masyarakat.

“Mari kita ramaikan berbagai kegiatan keagamaan yang telah diprogramkan oleh Pemerintah Kabupaten Mempawah, karena ini kesempatan untuk meningkatkan keimanan dan ketaqwaan kepada Allah SWT, juga sebagai pengingat diri untuk menjadi insan yang lebih baik lagi,” kata Wabup Pagi.

Selain itu, Wabup Pagi juga meminta para ASN untuk mengambil ilmu dan manfaat dari tausyiah yang disampaikan dan diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, sehingga program pemerintah dapat memberikan manfaat bagi semua.

“Mari manfaatkan kegiatan ini untuk mendapatkan ilmu agama serta meningkatkan pemahaman terhadap agama,” pungkasnya.

Sementara itu, Ustad Lukman Syarif Ahmad dalam tausiahnya meminta untuk tidak memandang rendah orang lain, karena bisa jadi suatu saat merekalah yang dapat membantu.

Artinya, sambung dia, bahwasannya tidaklah pantas menilai orang dengan kelebihan, karena semua bisa belajar dan meningkatkan ilmu. Tetapi hiduplah dengan banyak instrospeksi diri.

“Orang pintar ialah orang yang banyak mendengar, orang pandai ialah yang merasa paling bodoh, maka ia memperbanyak mendengar,” ujarnya menjelaskan.

Lebih jauh, ia memberi saran untuk memperbanyak bekerja dari pada berbicara, memperbanyak mendengar dari pada berbicara. “Kegagalan karena kita sering salah menempatkan posisi, maka tempatkan diri pada posisi yang tepat,” sebutnya.

Ia juga menyarankan bekerja sebagai ibadah untuk saling tolong menolong, sesuai hadis Rasulullah. “Siapa yang memudahkan orang, Allah mudahkan urusannya di dunia maupun di akhirat,” pungkasnya menutup tausiah. (Dex) 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *