Jelang Idul Adha, DPRD Minta Wabah PMK jadi Perhatian Serius

  • Whatsapp
Markus Jembari

LensaKalbar – Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Sintang, Markus Jembari meminta pemerintah melalui dinas terkait agar memastikan kondisi hewan ternak sapi bebas dari wabah penyakit mulut dan kuku (PMK) jelang Hari Raya Idul Adha tahun ini.

Permintaan tersebut bukan tanpa alasan, lantaran, Sintang ada tiga hewan ternak sapi yang dicurigai (suspek) terinfeksi penyakit mulut dan kaki (PMK) di Menyumbung Tengah yang telah diambil darahnya oleh petugas Petugas peternakan dan kesehatan hewan Sintang untuk lakukan uji laboratorium.

Apalagi, kata Markus Jembari, masih banyak ditemui hewan ternak sapi di sejumlah kabupaten/kota terjangkit PMK. “Melihat kondisi ini kita minta pemerintah melalui dinas terkait memperketat pengawasan tiap pengiriman sapi dari luar daerah. Upaya ini kita dorong agar hewan ternak sapi yang ada di Sintang dapat benar-benar bebas dari wabah penyakit ini,” kata Markus Jembari, Jumat (24/6/2022).

Olehkarenanya, Markus Jembari menyarankan agar tiga hewan ternak sapi yang dicurigai terinfeksi wabah penyakit mulut dan kuku (PMK) itu, diisolasi guna mengantisipasi adanya sebaran yang lebih masif. Apalagi umat muslim di Kabupaten Sintang tengah bersiap-siap menyambut datangnya Hari Raya Idul Adha tahun ini.

“Kita minta juga bagi hewan ternak sapi itu dilakukan isolasi dan diberi pengobatan sebagai langkah awal dan menunggu hingga hasil laboratorium keluar. Tentunya ini sebagai bentuk pencegahan jelang Hari Raya Idul Adha,” ujar Politisi Partai Demokrat (PD) ini.

Walau demikian, Markus Jembari mengimbau para pedagang memperhatikan kesehatan hewan yang akan dijual jelang Idul Adha. Selain itu, menurut dia, pemerintah harus memberikan edukasi dan sosialisasi kepada para pedagang bagaimana cara mengenal ciri-ciri sapi yang terinfeksi wabah penyakit mukut dan kuku (PMK) ini.

“PMK ini membuat masyarakat khawatir, untuk itu perlu dilakukan langkah komprehensif untuk melakukan pencegahan. Kita juga minta pemerintah melalui dinas terkait aktif melakukan monitoring kesehatan hewan yang akan disembelih saat kurban nantinya,” pungkas wakil rakyat dari Dapil Kelam Permai-Dedai-Sungai Tebelian ini. (Dex)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *