Tugboat Terbakar di Tengah Perairan Sungai Kunyit

  • Whatsapp
Api membara membakar TB Rezeki Bersama di Perairan Sungai Kunyit, Sabtu (1/5/2021) sekitar pukul 19.30 WIB
banner 468x60

LensaKalbar – Tugboat (TB) Rezeki Bersama mengalami kebakaran saat berlabuh di Perairan Sungai Kunyit, Kecamatan Sungai Kunyit, Sabtu (1/5/2021) sekitar pukul 19.30 WIB.

Tidak ada korban jiwa dalam musibah itu, namun korban diduga menderita kerugian ratusan juta rupiah.

Kapolres Mempawah, AKBP Fauzan Sukmawansyah, melalui Kapolsek Sungai Kunyit, Iptu Joni  mengungkapkan bahwa TB Rezeki Bersama tersebut diawaki oleh  tiga orang. Terdiri dari Budi selaku kapten kapal, dan dua ABK yakni Dolah dan Herianto.

Sejak 15 April lalu, dijelaskan dia bahwa TB Rezeki Bersama telah beroperasi di Perairan Sungai Kunyit. Mereka, menurut dia, bertugas menarik Tongkang Usaha Jaya yang melakukan pekerjaan pemasangan pipa saluran minyak CPO dari PT. Energi Unggul Persada (EUP) ke Dermaga Terminal Pelabuhan Kijing.

Dari laporan yang mereka terima, terbakarnya TB Rezeki  Bersama tersebut bermula ketika Budi beserta dua anak buahnya meninggalkan kapal dan naik ke daratan.

Dengan menumpang kapal lainnya, ketiganya, menurut dia, berniat berbelanja keperluan di Pasar Sungai Kunyit. “Setelah tiba di daratan, mereka sempat mampir ke rumah salah satu warga di Jalan Nelayan, Desa Sui Limau. Membicarakan tentang penjaga kapal. Karena mereka berniat pulang ke Pontianak,” terang Joni.

Kemudian, lanjut Joni, mereka pun pergi berbelanja keperluan di Pasar Sungai Kunyit. Ketika hendak pulang kembali ke TB Rezeki Bersama, dalam perjalanan, menurut dia bahwa mereka bertemu dengan warga dan memberitahukan perihal kapal yang meledak dan terbakar.

“Mereka pun bergegas melihat kondisi kapal dari kejauhan. Dan ternyata memang benar TB Rezeki Bersama sudah terbakar. Dipastikan tidak ada korban jiwa,” tegas Joni.

Senada itu, Kasat Polair Polres Mempawah, Iptu Andi Rahmat menyebut, pada saat meledak lalu terbakar, TB Rezeki Bersama sedang berlabuh di Perairan Sungai Kunyit. Sementara ketiga awak kapal, menurut dia, sedang naik ke daratan untuk berbelanja keperluan.

“Saat ini, kondisi kapal sudah habis terbakar. Ditaksir kerugian kurang lebih Rp200 juta,” singkatnya.

Insiden kebakaran TB Rezeki Bersama diwarnai dengan ledakan tersebut, sempat membuat heboh masyarakat yang bermukim di tepi pantai Sungai Kunyit. Suara ledakan di malam hari itu membuat warga berhamburan keluar rumah dan melihat ke arah pantai.

“Kami sangat terkejut sekali. Karena, tiba-tiba saja terdengar suara ledakan dan disertai munculnya api yang membakar tugboat. Suara ledakannya sangat keras sekali,” aku seorang warga Desa Sungai Limau, Wardi.

Wardi dan warga lainnya mengaku belum mengetahui pasti pemicu terjadinya ledakan dan kebakaran tugboat tersebut. Namun, dia menggambarkan bahwa api sempat membesar dan menghanguskan seluruh kapal.
“Api sudah padam, tapi belum tahu apa penyebabnya. Kabarnya tugboat itu penarik tongkang yang sedang mengerjakan proyek pipanisasi PT. EUP. Tapi belum tahu pasti kebenarannya,” tuturnya.

Di lain pihak, HRD PT. EUP, Suhardi memastikan TB Rezeki Bersama yang meledak dan terbakar di Perairan Sungai Kunyit bukan milik mereka. Tugboat tersebut, menurut dia, merupakan milik rekanan kontraktor PT. EUP yang sedang melaksanakan pekerjaan.

“Tugboat yang terbakar bukan milik EUP. Tapi milik rekanan PT. Indotek,” tegas Suhardi menjawab konfirmasi wartawan. (Dex)

banner 728x90

banner 728x90

banner 728x90

Pos terkait

banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *