Dewan Ajak Manfaatkan Medsos untuk Hal Positif di Masa Pandemi Covid-19

  • Whatsapp
Nikodemus, Anggota DPRD Sintang
banner 468x60

LensaKalbar – Tidak semua orang menggunakan media sosial untuk hal yang positif. Tidak sedikit yang menggunakan gadget justru untuk melakukan hal-hal yang tidak terpuji. Misalnya, menyebarkan gosip bahkan hoaks.

Oleh karena itu, perlu ada upaya literasi digital agar masyarakat sadar menggunakan gadget untuk hal-hal yang positif dalam berkomunikasi.

Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Sintang, Nikodemus mengatakan sebenarnya kemajuan teknologi dan media sosial (medsos) adalah anugerah apalagi dalam masa pandemi seperti saat ini.

Dalam suasana work from home (WFH) atau bekerja dari rumah, kata dia, harusnya media sosial dimanfaatkan untuk hal yang positif. ”Jadi ini renungan juga untuk pemerintah agar menciptakan suatu sistem informasi yang positif, karena kan media sosial sendiri sumber informasinya sangat banyak sekali dan banyaknya sumber ini tidak semuanya memiliki kredibilitas atau kompetensi untuk itu,” ujarnya.

Menurut Nikodemus, sebaiknya pemerintah menyediakan informasi yang terpusat. Dia mencontohkan mengenai informasi covid, pemerintah tinggal pusatkan saja informasi itu agar informasi yang sampai kepada masyarakat itu jelas.

Dengan demikian, kata dia, pemerintah bisa merespons setiap kebutuhan informasi bagi masyarakatnya dan terhindar dari hoaks. ”Masyarakat juga sebagai individu harus bisa menggunakan gadget serta teknologi internet untuk hal positif, minimal memberikan pencerahan soal masalah yang ada,” tuturnya.

Terkait literasi digital, sambung dia, pemerintah juga harus menyesuaikan dengan target masyarakat yang akan disasar. Seperti masyarakat yang rentan karena tidak mendapatkan informasi yang cukup tentang pandemi ataupun masyarakat yang terdampak pandemi ini agar bisa mendapatkan bimbingan.

”Perlu juga untuk kelompok ahli IT dan internet untuk menggagas aplikasi baru sebagai inovasi untuk mengatasi masalah yang ada. Misalnya aplikasi dan inovasi untuk mengatasi persoalan yang muncul di masyarakat karena pandemi dan menyediakan informasi yang kredibel. Tentunya ini menjadi tugas untuk Diskominfo Sintang,” ucap legislator Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura) ini.

Selain itu, kata dia, pemerintah bisa melakukan penegakan hukum dan mem-banned akun yang menyebar hoaks atau ujaran kebencian. Namun, kata dia, itu juga hanya sementara. Terpenting edukasi kepada masyarakat yang harus menjadi prioritas saat ini.

”Pemerintah harus bisa mendorong kelompok-kelompok akademisi, expert yang memiliki pemahaman tentang bagaimana menggunakan aplikasi yang baik dan benar. Mereka ini harus dilibatkan dalam memberikan edukasi kepada masyarakat,” tuturnya.

Dia juga menyebut agar pemerintah perlu melibatkan beberapa lembaga yang terkait dengan internet. Hal ini untuk memberikan edukasi kepada masyarakat.

Dia menyebut seperti misalnya generasi tua yang lemah literasi digitalnya sehingga seringkali mendapatkan hoaks. Kemudian generasi muda yang iseng, cerdas dan pandai malah menjadi orang yang memproduksi hoaks.

”Literasi tentang moral, hukum dan teknologi itu harus diberikan kepada orang-orang muda. Sementara literasi digitalnya bagaimana melacak kebenaran dari sebuah informasi itu diberikan kepada generasi yang lebih tua. Jadi semuanya disentuh,” pungkasnya. (Dex)

banner 728x90

banner 728x90

banner 728x90

Pos terkait

banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *