Bupati dan Wabup Kunker Perdananya ke Nanga Tebidah

  • Whatsapp
Bupati dan Wakil Bupati Sintang, Jarot-Sudiyanto melakukan kunjungan kerja perdananya ke Nanga Tebidah, Kecamatan Kayan Hulu, Rabu (31/3/2021)

LensaKalbar – Bupati Sintang, Jarot Winarno bersama Wakil Bupati Sintang, Sudiyanto melakukan kunjungan kerja (Kunker) pertamanya setelah dilantik sebagai Bupati dan Wakil Bupati Sintang periode 2021-2026.

Kunker Bupati dan Wabup Sintang ini ke Desa Nanga Tebidah, Kecamatan Kayan Hulu, Rabu (31/3/2021).

“Hari ini saya bawa lengkap ya. Ada Wakil Bupati, Ketua DPRD dan anggotanya serta OPD di lingkungan Pemerintah Kabupaten Sintang,” ucap Bupati Jarot.

Bupati mengatakan, masa pemerintahannya bersama Askiman, infrastruktur Kayan Hulu nomor dua dari bawah. Hanya bisa menang dari Kecamatan Ambalau.

“Kalau kita ingat-ingat, saat itu konektivtas antara Nanga Mau dan Tebidah cukup sulit sekali ya. Ditambah lagi konektivitas antar desa yang ada di Tebidah ini sangat sulit dan susahnya luar biasa. Tapi pelan-pelan saya dengan Askiman mulai meningkatkan Infrastrukturnya, karena program kita yang pertama yakni, membangun dari pingiran dan mengatasi kegawatdaruratan infrastruktur dasar,” ungkap Bupati Jarot.

Buktinya, kata Jarot, adalah ruas jalan ke Tanjung Miru sudah sudah tembus, meskipun ada beberapa jembatan yang belum di kerjakan dan pada tahun ini juga akan kita kerjakan. Begitu juga dengan ruas jalan menuju Tapang Menua.

“Jadi, inilah tujuan membangun dari pingiran, meski masih ada ruas jalan yang belum kita kerjakan, seperti ruas jalan dari Nanga Oran menuju Tanjung Miru sudah tembus, dan beberapa jembatan juga kita perbaiki. Kemudian Simpang Tanah Goneh menuju Tapang Menua belum tembus, tapi tahun ini kita alokasikan Rp1,6 miliar, khusus untuk meratakan ruas jalan dari Tanah Merah menuju Nanga Masau,” paparnya.

Karena itu, Bupati Jarot menginginkan adanya dukungan dari semua elemen masyarakat di Kabupaten Sintang. Sebab Jarot mengaku tidak bisa membangun Sintang sendirian, tapi dibutuhkan dukungan penuh dari semua pihak.

“Untuk membangun Sintang, peran saya dan pak wakil saja tidak cukup. Untuk itu, saya minta dukungan semua pihak agar persoalan kita dalam membangun Sintang dapat terwujud. Dan Sintang bisa lepas dari kegawatdaruratan infrastruktur dasar,” ujar Bupati Jarot.

Menurut Bupati Jarot, infrastruktur jalan di Kabupaten Sintang ini 80 persen adalah tanah. Apabila hujan, maka ruas jalan kita menjadi bubur. “Kalau musim kemarau jalan kita berdebu ya. Tapi itulah realita infrastruktur kita di Sintang ini,” katanya.

APBD Kabupaten Sintang, tambah Jarot, tidak cukup apabila di fokuskan hanya untuk membangun infrastruktur jalan. “Kalau APBD kita gunakan semua untuk bangun jalan, maka tidak cukup juga. Kemudian beberapa pembangunan lainnya bakal tertunda,” tuturnya.

Kendati demikian, Bupati Jarot berupaya akan terus menjalin komunikasi dengan Pemerintah Pusat (Pempus) dan Pemerintah Provinsi Kalbar. Sebab sebagian besar juga ruas jalan di Kabupaten Sintang ada yang milik Provinsi Kalbar dan Pemerintah Pusat.

“Ini akan kami komunikasikan lah ya, sehingga ruas jalan kita dapat diperhatikan oleh pemerintah,” pungkas Bupati Jarot. (Dex)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *