Minim SDM Tangani Orang Terlantar dan ODGJ

  • Whatsapp
Ilustrasi

LensaKalbar – Penanganan orang telantar di Mempawah terkendala minimnya fasilitas dan sumber daya manusia. Padahal, Kecamatan Sungai Pinyuh, misalnya merupakan wilayah yang cukup padat penduduk.

Di wilayah tersebut kerap ditemukan orang telantar dan Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ). Mereka perlu perhatian khusus dari Pemerintah Daerah dalam hal ini Dinas Sosial (Dinsos).

Selama ini, beberapa dari mereka sudah masuk dalam data. Bahkan ada yang sudah pernah dibawa ke rumah singgah lalu melarikan diri. Ada juga yang sudah dipulangkan ke keluarganya, lalu kembali lagi ke jalanan.

Dinas Sosial (Dinsos) Mempawah sampai detik ini masih belum bisa mengakomodir permasalahan tersebut. Hal itupun dibenarkan Kepala Bidang (Kabid) Sosial, Heru Agung YA.

Selama ini kata dia, yang menjadi kendala utama adalah fasilitas dan sumber daya manusia (SDM). Dinsos Mempawah sampai hari ini belum mempunyai Unit Pelayanan Rehabilitasi Sosial (UPRS). Hal itu memperparah keadaan.

“Saya sudah pernah sampaikan kepada Kepala Daerah terkait apa yang sedang dibutuhkan dan apa yang menjadi kendala saat ini,” katanya, Jumat (21/8/2020).

“Sekarang yang ada hanya rumah singgah, biasanya orang-orang telantar kita tampung sementara di situ, tapi maksimal hanya 15 hari saja, karena kita tidak punya SDM khusus untuk mengurus itu,” tambahnya.

Dia menjelaskan, untuk menampung orang telantar di rumah singgah, dibutuhkan petugas yang harus siaga dan mengurus tempat tersebut. Apalagi jika yang diurus adalah ODGJ, perlu SDM yang kompeten.

“Untuk saat ini, kalau rumah singgah itu memang dari segi fasilitas masih minim, terutama SDM-nya,” katanya.

Heru mengatakan, Lembaga Penyelenggaraan Kesejahteraan Sosial (LPKS) yang perannya sebagai lembaga atau tempat pelayanan sosial yang melaksanakan penyelenggaraan sosial bagi anak juga belum ada, sehingga pelayanan Anak yang Berhadapan dengan Hukum (ABH) masih belum maksimal.

Lalu penanganan terhadap orang telantar dan ODGJ perlu peran multidimensi, tidak hanya gerak Dinsos saja. Tapi seluruh elemen masyarakat harus punya kemauan membantu sesama. (Dex)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *