Head to Head, Rumpak Diprediksi Lebih Unggul dari Jarot

  • Whatsapp
banner 468x60

LensaKalbar – Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Kabupaten Sintang diprediksi akan menampilkan dua pasangan calon (paslon) yang akan bertarung secara head to head. Hal ini dikemukakan Pengamat Politik Untan, Erdi.

Menurutnya, pasangan Jarot Winarno – Sudiyanto telah mengantongi 17 kursi terdiri dari Partai NasDem, PKPI, PKB, Golkar, dan PPP. Sementara Pasangan Yohanes Rumpak – Syarifuddin telah mengantongi sebanyak 10 kursi dari Partai PDIP, Perindo, dan PAN. Tiga Fraksi lainnya, yakni Demokrat, Gerindra, dan Hanura dengan total kursi 14 masih belum mengeluarkan rekomendasi.

“Dan, rasanya ketiga partai yang belum bergabung ke salah satu paslon di atas akan mengarahkan dukungan ke salah satu paslon dan tidak memunculkan pasangan calon lainnya,” ungkap Erdi kepada Lensakalbar.co.id, Rabu (12/8/2020).

Ketika hanya dua pasang balon yang bertarung di Pilkada Sintang 2020, kata Erdi, maka kekuatan politik memperebutkan dukungan arus bawah dan diprediksi akan mengarah dan tertuju pada aspek primordial di antaranya adalah politik identitas dan agama.

“Karena kondisi partai seakan terpisah, maka faktor kekuatan konsolidasi eksternal partai beserta tim sukses dan citra pasangan calon akan sedikit di abaikan. Padahal, ketiga hal ini akan besinergi dalam pemenangan pilkada head to head,” katanya.

Sintang, menurut Erdi, memang dikenal sebagai kabupaten fluralisme dengan masyarakat yang multikultur karena didiami oleh banyak suku. Statistik suku bangsa memang tidak lagi ditampilkan dalam publikasi resmi pemerintah. Namun, indikasi ke arah ini dapat dilihat dari komposisi penduduk menurut agama.

Berdasarkam publikasi BPS (katalog 1102002 ) tentang Kabupaten Sintang dalam angka 2020 akan tidak menemukan kata “melayu, dayak atau jawa” dalam publikasi itu. Tetapi kita dapat membaca indikasi itu pada komposisi penduduk menurut agama.

Penduduk Sintang tahun 2019 berdasarkan publikasi BPS tahun 2020 berjumlah 418.785 jiwa yang terbagi menurut agama, dengan komposisi Islam (151.086), Protestasn (97.282), Katolik (152.185), Hindu (131), Budha (2.271), dan Konghucu (359).

“Ketika faktor ini bekerja baik, maka Paslon Bupati yang berpeluang memenangkan Pilkada Sintang adalah pasangan Yohanes Rumpak – Syarifuddin, karena komposisi penduduk menurut agama berjumlah 62,54 persen berbanding 37,46 persen,” katanya.

Kendati demikian, Erdi berpendapat bahwa kemenangan Paslon tidak saja ditentukan oleh afiliasi etnis dan agama. Negara dan pemerintah hadir untuk masyarakat secara luas, sementara kepentingan masyarakat tidak hanya pada penyaluran kepentingan primordial semata tetapi lebih pada upaya pemerintah mewujudkan kesejahteraan dan keadilan bagi seluruh lapisan masyarakat.

Olehkarenanya, sebagai kabupaten multikultural, masyarakat politik di Kabupaten Sintang tidak begitu memperhatikan afiliasi politik primordial. Tak mungkin Pasangan Bupati Jarot Winarno dan Askiman dapat memenangkan Pilkada tahun 2015 dengan perolehan suara 93.778 atau 41,70 persen.

Pasangan Jarot mendapat selisih suara yang cukup signifikan dari dua paslon lainnya, yakni pasangan Agrianus dan Muhammad Chomain Wahab dengan prolehan suara 67.320 atau 29,93 persen dan pasangan Ignasius Juan dan Senen Maryono dengan perolehan suara 63.811 atau 28,37 persen.

Ketika pemerintahan Jarot di periode pertama, kata dia, dinilai telah menyentuh kepentingan masyarakat dan telah membawa Kabupaten Sintang menjadi lebih baik, maka sebagai petahana, kemungkinan ia akan memperoleh dukungan rakyat pada Pilkada 2020 diprediksi di atas angka 50 peresen.

Tetapi, hal lain yang juga dinilai publik melekat dengan Bupati Jarot adalah komitmennya untuk mewujudkan Provinsi Kapuas Raya. Modal kerjasama dan koordinasi Pemda Sintang di bawah kepemimpinan Bupati Jarot dengan pihak Provinsi di bawah kepemimpinan Gubernur Sutarmidji juga berjalan baik dan tentu menjadi point yang dapat mengantarkan pasangan Jarot Winarno – Sudiyanto menjadi pemenang Pilkada 2020 nanti.

“Pilkada Sintang yang kita prediksi akan berlangsung head to head, bagi petahana tidak menimbulkan “kerisauan” serius. Ketika Demokrat, Gerindra, dan Hanura memunculkan satu bakal pasangan calon lagi; maka peluang kemenangan bagi Pasangan Jarot Winarno – Sudiyanto akan semakin besar,” katanya.

Selain itu, menurut Erdi, solidnya kerja tim sukses juga akan memberi kontribusi pada pemenangan Paslon. Sebab tim sukses akan melibatkan multi partai, sehingga diperlukan konsolidasi eksternal dengan melibatkan aktivis-aktivis lembaga swadaya masyarakat (LSM), pegiat desa, akademisi di luar ASN, organisasi sayap partai, relawan pendukung, wartawan dan lain sebagainya.

“Paslon yang dapat menggerakkan semua kekuatan ini, dipastikan akan memenangkan pertarungan dalam pilkada head to head,” pungkasnya.

Ketua KPU Sintang, Hazizah mengatakan untuk tahapan pendaftaran paslon di KPU dimulai tanggal  4 sampai 6 September 2020. Syaratnya 20 persen dari jumlah kursi DPRD dab jumlah suara sah hasil pemilu 2019.

Sebelum memasuki tahapan pendafatran, tambah  Hazizah, pihaknya akan mengumumkan ihwal tersebut. Dimana pengumuman pendaftaran dimulai pada 28 Agustus sampai 3 September 2020 mendatang. Untuk calon independen di Pilkada Sintang 2020, kata dia, tidak ada.

Kendati demikian, Hazizah mengatakan bahwa saat ini pihaknya sedang fokus melakukan penyusunan data pemilih di tingkat PPS. “Sampai hari ini sudah berjalan 97 persen. Dan dalam waktu 1 hari lagi selesai 100 persen,” ujar Hazizah. (Dex)

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *