Relawan Covid-19 Bertekad Putuskan Mata Rantai Corona di Sungai Pinyuh

  • Whatsapp
Khairani, satu di antara Relawan Pemutus Mata Rantai Penyebaran Covid-19 di Sungai Pinyuh
banner 468x60

LensaKalbar – Upaya pencegahan penyebaran virus Corona atau Covid-19 tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah atau sebagian pihak saja.

Upaya pencegahan juga harus diupayakan oleh seluruh elemen masyarakat. Sebab, dampak kesehatan yang ditimbulkan Covid-19 telah menyebar di berbagai provinsi dan kabupaten/kota di Indonesia. Tak terkecuali di Kabupaten Mempawah.

Masyarakat yang mengatasnamakan Relawan Pemutus Mata Rantai Penyebaran Covid 19 di Kabupaten Mempawah, khsusnya di Kelurahan Sungai Pinyuh ini bertekad dan berkomitmen memutuskan mata rantai Covid-19 di wilayahnya.

Caranya dengan melakukan penyemprotan cairan disinpektan sebagai langkah awal pencegahan dini penyebaran Covid-19.

“Jadi, di sungai pinyuh soal covid-19 begitu serius ya. Kami dari relawan juga serius ingin memutuskan mata rantai virus yang meresahkan masyarakat di beberapa negara, terutama di pinyuh,” ujar Khairani, satu di antara Relawan Pemutus Mata Rantai Penyebaran Covid 19, Rabu (25/3/2020).

Kendati relawan tersebut baru terbentuk, namun kepedulian dan partisipasi dari semua pihak, khususnya pengusaha dan pelaku usaha di Sungai Pinyuh terhadap penyecegahan penyebaran Covid-19 begitu tinggi.

Buktinya, kata Khairani, mereka dengan antusias memberikan bantuan beruapa alat penyemprot dan bahan pembuatan cairan disinpektan seperti Bayclin.

Alhamdulillah, dalam waktu dua hari kita ada terima bantuan 10 alat penyemprot dan 150 bayclin, semuanya diberikan oleh pelaku usaha dan sejumlah kawan-kawan pengusaha sebagai bentuk peduli terhadap pencegahan penyebaran covid-19 di pinyuh,” ungkapnya.

Bantuan yang diberikan tersebut, kata Khairani, akan dimanfaatkannya sebaik mungkin, terutama mensterilkan beberapa gang atau kampung yang ada di Kelurahan Sungai Pinyuh.

“Kita di Kelurahan Sungai Pinyuh ini ada 58 RT dan 6 RW, semuanya akan kita semprot dengan cairan disinpektan,” katanya.

Walau demikian, Khairani mengaku tidak dapat melakukan penyemprotan dalam satu atau dua hari untuk 58 RT dan 6 RW. Tapi, dibutuhkan waktu hingga dua pekan kedepan.

“Jadi, tahapan penyemprotan kita lakukan secara bergilir, karena kita tahu Kelurahan Sungai Pinyuh ini cukup luas, terdiri dari 58 RT dan 6 RW. Artinya, tidak mungkin dilakukan penyemprotan dalam waktu satu atau dua hari. Paling tidak kalau kita menyemprot secara maksimal setiap harinya memakan waktu kurang lebih dua minggu, itu biza rata kita semprot semuanya,” bebernya.

Karena itu, Khairani menargetkan dalam satu hari relawan akan menyemprot 5 RT. “Target kami satu hari sekitar 5 RT. Ini tujuannya untuk kepentingan kita bersama dan kesehatan masyarakat ramai tidak ada menonjolkan individu atau kelompok masing masing,” pungkasnya. (Dex)

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *