Bupati Jarot Minta POM Jaga Adat dan Tradisi Melayu

  • Whatsapp
Jarot Winarno, Bupati Sintang
banner 468x60

LensaKalbar – Persatuan Orang Melayu (POM) diharapkan mampu menjaga marwah adat budaya Melayu, marwah agama, dan menjaga NKRI. Hal ini penting dilakukan agar Melayu tak hilang ditelan zaman.

“Nah, kita patut berbangga karena adat budaya melayu ada yang merawat dan mejaga marwahnya. Ini penting karena zaman sekarang bukan lagi perang macam dulu pakai bala tentara, sekarang perang yang namanya proxy war, perang melalui medsos, penyebaran narkoba dimana-mana,” ucap Bupati Sintang, Jarot Winarno saat menghadiri Pelantikan Dewan Pengurus Cabang (DPC) Persatuan Orang Melayu (POM) dan Satria Pembela Melayu (SPM) Kecamatan Tempunak periode 2020-2021 di Gedung Serbaguna Desa Nanga Tempunak, Kecamatan Tempunak, Rabu (4/3/2020).

Dengan terbukanya akses teknologi melalui internet, kata Jarot, berbagai hal juga bisa masuk dalam kehidupan masyarakat, termasuk berbagai ideologi  dan masih banyak lagi tantangan lainnya yang bisa memecah rasa persatuan dan kesatuan bangsa.

“Kita terkadang sendiri jadi lupa, sesama anak bangsa pun kadang kita bisa ribut terus. Nah hal ini harus menjadi perhatian kita bersama. Yang mesti kita jaga harus kembali kepada budaya, kembali kepada padangan hidup orang melayu yang senang bersatu dan senang damai dengan siapapun dan senang membantu siapapun,” katanya.

Karena itu, Jarot meminta pemerintah Kecamatan Tempunak dan Forkopimcam Tempunak untuk memanfaatkan sumber daya manusia POM dan SPM untuk bekerja sama membangun Kecamatan Tempunak dalam berbagai bidang.

“Mereka ini loyal, militan, kalau ada kegiatan mereka libatkan lah kerja bakti, atau kegiatan apa saja. Saya pun pesan POM dan SPM harus jaga segala situs budaya yang ada, sanggar-sanggar di dirikan, kemudian lagi berkoodinasi dengan organisasi-organisasi masyarakat yang lainnya,” pesannya.

Ketua DPP POM Kalbar, Agus Setiadi mendoakan semoga dengan telah di lantiknya POM dan SPM Tempunak bisa menjadi berkah buat masyarakat tempunak khususnya Kabupaten Sintang.

“Secara umum kita harap agar bisa mengangkat kembali tradisi, adat budaya melayu yang sudah lama tertinggal bahkan tergerus oleh zaman,” ucapnya.

Selain itu,  kata Agus, POM dan SPM harus bersinergi dan mendukung segala program pemerintah dan melibatkan diri dalam setiap kegiatan yang ada.

“Kita juga harus menjaga kebersamaan, keberagaman yang ada, melalui jalinan komunikasi dengan ormas-ormas lainnya yang berbeda dengan kita,” ujarnya.

Ketua DPD POM Sintang, Hedi mengatakan bahwa POM merupakan wadah untuk bersosial dan berkumpul. Untuk itu, dia mengingatkan setelah pelantikan POM dan SPM lalu Vakum tanpa ada pergerakan apa-apa di masyarakat.

“POM adalah garda terdepan dalam bersosial, terbukti, bahwa ketika ada masyarakat Kabupaten Sintang yang sakit ataupun terkena musibah, POM tampil tidak pernah memandang suku ataupun agama, ini membuktikan POM betul-betul organisasi yang berjuang untuk masyarakat,” tuturnya.

Olehkarenanya, Hedi berpesan kepada POM dan SPM Kecamatan Tempunak untuk melakukan hal yang sama di tengah-tengah masyarakat. Selain itu, juga harus kembali menghidupkan tradisi dan adat budaya Melayu yang ada di Kecamatan Tempunak ini. (Dex)

banner 728x90

banner 728x90

banner 728x90

Pos terkait

banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *