Beranda Mempawah Ternyata, Ini Alasan Menteri Desa PDTT Kunker di Sadaniang

Ternyata, Ini Alasan Menteri Desa PDTT Kunker di Sadaniang

Menteri Desa, PDTT melakukan kunjungan kerjanya di Kecamatan Sadaniang, Kabupaten Mempawah, Minggu (12/1/2020). FOTO: Humpro.

LensaKalbar – Ternyata. Kunjungan kerja (Kunker) Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi, Abdul Halim Iskandar ke Kecamatan Sadaniang, Kabupaten Mempawah bukan tanpa alasan.

Selain meresmikan pasar kawasan perdesaan agropolitan. Dia mengaku belanja masalah dari beberapa desa pedalaman yang dikunjunginya , termasuk di wilayah Kecamatan Sadaniang.

Langkah itu dinilainya penting untuk dilakukan, agar dalam mengambil sebuah kebijkan dapat lebih tepat sasaran.

“Perjalanan ke pedalaman ini saya belanja masalah, sehingga kebijakan yang diambil sesuai permasalahannya. Seperti, penggunaan dana desa saya melihat bukan pada permasalahan transparansi anggaran, atau akuntabilitas pelaporan, tapi kebanyakan permasalahan pada sisi perencanaan,” katanya, Minggu (12/1/2020).

Awal pertama menjadi Menteri Desa, PDTT, dia melihat banyak perencanaan pembangunan yang masih kurang baik. Dan itu bisa dimaklumi.

“Saya melihat kurang baiknya perencanaan karena terbatas data yang di miliki. Maka dalam penyusuanannya perlu sesuai dengan kebutuhan masyarakat desa. Paling pentingnya lagi dengan melibatkan semua pihak dalam penyusunan perencanaan desa, terlebih di Sadaniang ini merupakan kawasan pedesaan yang masuk prioritas nasional 2018-2019,” ungkapnya.

Terkait sejumlah persoalan yang dihadapi masyarakat di beberapa desa Kecamatan Sadaniang, dia berjanji akan mencarikan solusinya.

“Masalah listrik ini, walaupun PLN merupakan BUMN tapi juga harus mencari keuntungan. Karena itu kita carikan solusinya. Di mana diketahui indonesia merupakan penghasil baterai kering yang cukup besar, nantinya ini akan kita kembangkan,” tuturnya.

Pihaknya, menurut dia, akan mencarikan solusi terbaik agar penggunaan baterai kering sebagai bagian dari pembangkit listrik tenaga surya. Ihwal tersebut diyakininya dapat menghemat pengeluaran masyarakat, kaena bisa lebih murah dari PLN.

“Selama ini masalah tenaga surya bukan pada solar selnya tapi penampung arusnya yaitu baterai keringnya. Nah, kita nanti carikan solusi terbaik dan ini akan dikelola pihak desa nantinya,” katanya.

Sementara, untuk sarana dan prasarana telekomunikasi. Menteri Desa, PDTT memastikan telah menemukan titik temunya dengan pihak Telkom.

“Titik temunya sudah ada, tinggal bagaimana kerja konkritnya dan saya yakin kebutuhan telekomunikasi di desa bisa terpenuhi sesuai yang kita harapkan bersama, “ pungkasnya. (Dex)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here