Dilaporkan Heri Jamri ke Polisi, Begini Tanggapan Suyanto Tanjung

  • Whatsapp
Suyanto Tanjung
banner 468x60

LensaKalbar – Ketua DPD Partai Hanura Provinsi Kalbar, Suyanto Tanjung menyayangkan sikap kader DPC Hanura Hanura Sintang, Heri Jamri yang melaporkannya ke polisi.

Menurutnya, persoalan yang dipermasalahkan Heri Jamri dapat diselesaikan secara internal partai terlebih dahulu.

“Nah, terkait soal pencemaran nama baik beliau (Heri Jamri), saya rasa tidak ada kepentingan saya untuk mencemarkan nama baik beliau nih, bahkan terlalu jauh hingga berpikir hal demikian karena tidak pernah di benak dalam hati saya mau mencemarkan nama baik beliau,” kata Suyanto Tanjung kepada Lensakalbar.co.id, Selasa (7/1/2020).

“Kalau dia ngomong begitu, Ndak ngerti saya,” tambahnya.

Suyanto menjelaskan, bahwa kisruh yang dibangun oleh Heri Jamri lebih pada perosalan pribadinya. Padahal semua berdasarkan pertimbangan organisasi. Baik itu mulai penetapan unsur pimpinan dewan hingga pemecatan Heri Jamri sebagai Ketua DPC Hanura Sintang.

“Jadi, semuanya berdasarkan pertimbangan organisasi yang kita lakukan. Tidak pernah ada urusan pribadi dengan beliau,” tegasnya.

Menanggapi laporan yang dibuat Heri Jamri di Mapolres Sintang. Suyanto Tanjung menyikapinya dengan dingin. Bahkan, menurut dia, tidak ada yang luar biasa.

Sebab, dirinya tidak pernah mencemarkan nama baik Heri Jamri. Apalagi sampai melanggar AD/ART Partai yang dipimpinnya.

“Kalau menurut saya, apa yang dilaporkan Heri Jamri ini, gak terlalu penting. Tetapi ketika dipanggil oleh pihak berwajib dan sebagai warga negara yang baik tentunya saya patuh dengan aturan hukum dan main yang ada. Dan saya siap hadapi dia,” katanya.

Kendati demikian, Suyanto Tanjung tetap mengajak Heri Jamri untuk berfikir secara jernih. Sebab apa yang menjadi persoalan organisasi tidak dapat diintervensi oleh pihak manapun.

“Urusan organisasi tidak usah bawa-bawa yang gak penting, kita tidak ada pikir yang aneh-aneh dengan Heri Jamri. Maunya kita akur-akur saja  sesama kader Hanura. Bahkan, saya tidak ada dendam sedikit pun sama dia sampai hari ini. Jadi, santai aja ngadapi dia,” ungkapnya.

Sebelumnya, Senin (6/1/2020), Heri Jambri melaporkan Ketua DPD Hanura Kalbar, Suyanto Tanjung ke Polres Sintang.

Selain Suyanto Tanjung, pengurus Hanura lainnya juga ikut dilaporkan. Diantaranya ketua dan sekretaris DPC Hanura Sintang yakni,  Zainuddin dan Inosensius (hasil Muscablub). Edy Rasyid (Plt Hanura Sintang yang ditunjuk DPD Hanura Kalbar menggantikan Heri Jambri) dan Welson Ranra.

Berdasarkan Surat Tanda Terima Pengaduan dari Polres Sintang, Heri Jambri melaporkan dugaan tindak pidana pencemaran nama baik, pemerasan dan penipuan serta pemalsuan dokumen atau pemalsuan stempel.

“Saya melaporkan dugaan tindak pidana yang dilakukan Suyanto Tanjung dan kawan-kawan. Yang saya laporkan 5 orang,” kata Heri Jambri didampingi kuasa hukum dan pendukungnya.

Ia mengatakan, ada beberapa hal yang dilakukan Suyanto Tanjung pada dirinya. Yaitu mencemarkan nama baiknya di DPP.

“Tanjung mencemarkan nama baik saya di DPP dengan surat pernyataan yang menuduh saya mencemarkan nama beliau. Atau menuduh beliau menerima dana dari Lim Hie Soen (Anggota DPRD Sintang dari Hanura) sebesar Rp600 juta. Padahal hasil rapat kami di DPC, yang menyampaikan adalah Pak Amin (Lim Hie Soen). Jadi, nama saya dicemarkan di DPP Hanura,” bebernya.

Kedua, Tanjung membohongi dirinya dengan menyatakan bahwa yang menjadi Wakil Ketua DPRD Sintang adalah Heri Jambri. Hal itu disampaikan 4 September 2019.

“Ternyata tanggal 29 Agustus, Suyanto Tanjung sudah memutuskan bahwa bukan nama Heri Jambri yang ditetapkan. Itu disaksikan saudara Niko dan Yulius di Hotel Mercure Pontianak,” katanya.

Ketiga, sambungnya, Suyanto Tanjung memecat dirinya sebagai Ketua DPC Hanura Sintang secara sepihak dan melanggar AD/ART partai. “Nah, ini yang dilakukan Suyanto Tanjung,” katanya.

Terkait pemalsuan dokumen/cap, dilakukan Edy Rasyid sebagai Plt dengan meneruskan surat DPP ke DPRD Sintang. Sehingga membuat kisruh di Kabupaten Sintang.

“Saya juga melaporkan Zainudin dan Inosensius yang menggunakan cap DPC Hanura Sintang secara ilegal. Sementara diinternal sudah diproses hukum melalui sidang Mahkamah Partai. Dan, ada surat pernyataan Mahkamah yang menyatakan bahwa apapun terkait Hanura Sintang setelah putusan. Tetapi mereka sudah melakukan tindakan yang mengatasnamakan DPC Hanura Sintang sebelum putusan Mahkamah,” jelasnya.

Makanya, kata Heri Jambri, dirinya dan pengurus DPC Hanura Sintang yang sah kemudian melaporkan Suyanto Tanjung dan kepengurusan yang dibentuknya. “Ada surat intsruksi DPP dilawan. Ada surat pernyataan Mahkamah partai juga dilawan. Kami ingin hukum ditegakkan,” katanya.

“Kami tidak mungkin melakukan cara seperti yang dilakukan mereka. Seperti pengerahan massa atau cara lainnya. Dan kami dikudeta oleh kelompok yang ingin memanfaatkan Hanura. Melihat Hanura besar, mereka ingin memanfaatkan hasil kerja dan jerih payah kami yang sudah membesarkan partai di Sintang. Kejahatan ini kami minta ditegakkan,” tegasnya. (Dex)

banner 728x90

banner 728x90

banner 728x90

Pos terkait

banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *