RSUD Kubu Raya Mulai Beroperasi

  • Whatsapp
Peresmian RSUD Kubu Raya ditandai penandatanganan prasasti yang dilakukan Gubernur Kalimantan Barat Sutarmidji dan Bupati Kubu Raya Muda Mahendrawan, Senin (6/1/2020). FOTO: HUMPRO

LensaKalbar – Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kabupaten Kubu Raya resmi beroperasi. Peresmian RSUD yang berlokasi di Jalan Sudirman Desa Rasau Jaya Satu, Kecamatan Rasau Jaya, itu ditandai penandatanganan prasasti yang dilakukan Gubernur Kalimantan Barat Sutarmidji dan Bupati Kubu Raya Muda Mahendrawan, Senin (6/1/2020).

Gubernur Kalba, H Sutarmidji menilai keberadaan rumah sakit umum daerah di Kubu Raya yang baru berusia 13 tahun terbilang cepat. Dirinya menyebut lokasi rumah sakit sangat strategis. Karena terletak di jalan raya Rasau Jaya yang merupakan jalan utama Provinsi Kalimantan Barat menuju Kabupaten Kayong Utara dan Kabupaten Ketapang. Yang dapat dijangkau melalui jalur air.

“Ke depan harus dikembangkan. Ruang rawat inapnya harus lebih banyak, kemudian kelengkapan-kelengkapan lainnya,” katanya.

Sutarmidji menyatakan pemerintah provinsi akan menghibahkan empat hektare lahan untuk pengembangan khusus rumah sakit. Pihaknya juga akan menyiapkan sekitar 1.000-2.000 meter persegi lahan guna kepentingan pemerintah provinsi ke depan.

“Jadi silakan dikembangkan terus. Ke depan jadikan Badan Layanan Umum Daerah sehingga bisa mengelola anggaran sendiri,” pesannya.

Bupati Muda Mahendrawan berterima kasih kepada pemerintah pusat melalui Kementerian Kesehatan memberikan dukungan anggaran untuk mewujudkan bangunan rumah sakit dan alat kesehatan. Ucapan terima kasih juga disampaikan ke pemerintah provinsi yang telah memberikan izin penggunaan lahan.

“Hal ini menunjukkan adanya kepedulian yang tinggi dari pemerintah pusat dan provinsi terhadap upaya peningkatan derajat kesehatan masyarakat Kabupaten Kubu Raya,” ucapnya.

Bupati Muda menjelaskan, peresmian rumah sakit yang unggul dalam pelayanan ibu dan anak itu tidak dapat dilakukan dalam waktu cepat. Karena cukup banyak kekurangan yang harus dilengkapi. Bahkan hingga kini masih ada sejumlah kekurangan yang akan dibenahi melalui APBD Tahun 2020 secara bertahap maupun melalui Dana Alokasi Khusus (DAK).

Pembenahan bertahap dilakukan, menurutnya, pemerintah daerah tidak ingin kehilangan fokus dalam memperkuat pelayanan di tingkat dasar, yakni puskesmas, pustu, dan poskesdes.

“Pembenahan ini dilakukan secara bertahap sesuai dengan kemampuan keuangan daerah. Karena jangan sampai rumah sakit ini pelayanan sama dengan puskesmas, karena yang seharusnya menjadi pusat rujukan,” tuturnya.

Muda mengungkapkan, masalah kesehatan yang ada di Kubu Raya dan menjadi target prioritas untuk diselesaikan adalah masih tingginya Angka Kematian Ibu (AKI), Angka Kematian Bayi (AKB), dan angka stunting. Terkait persoalan itu, maka RSUD Kubu Raya akan diperkuat dalam hal pelayanan ibu dan anak tanpa meninggalkan pelayanan medik lainnya.

“Hal ini juga untuk mengantisipasi harapan masyarakat yang terlalu tinggi akan pelayanan yang paripurna dari sebuah rumah sakit,” pungkasnya. (Rio/Humpro)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *