Beranda Sintang Kata Jarot, Angka Kemiskinan di Sintang Sebuah ‘Misteri’

Kata Jarot, Angka Kemiskinan di Sintang Sebuah ‘Misteri’

Bupati Sintang, Jarot Winarno saat memberikan sambutannya pada Rakor Tim Teknis Korordinasi Penguatan Kualitas SDM di lingkungan Dinas Sosial Sintang, Senin (28/10/2019).

LensaKalbar – “Kemiskinan adalah keniscayaan disuatu daerah. Orang miskin ada dimana-mana, wilayah kumuh di perkotaan. Negara tentu menjamin kesejahteraan umum dan perlindungan untuk fakir miskin,” ucap Bupati Sintang, Jarot Winarno saat memberikan sambutannya pada Rakor Tim Teknis Korordinasi Penguatan Kualitas SDM di lingkungan Dinas Sosial Sintang, Senin (28/10/2019).

Olehkarenanya, Bupati Jarot meminta program jaring pengaman sosial dibuat pemerintah untuk menanggulangi kemiskinan. “Ketika kemiskinan dibawa kedalam angka, sering kali menjadi ‘misteri’. Contoh, periode Maret 2018, jumlah penduduk miskin di Sintang ada 10,35 persen dari total penduduk. Pendapatan per kapita, angka pengangguran turun.

“Anehnya, rasio rendah tapi angka kemiskinan cenderung naik. Setelah ditelusuri, ternyata garis kemiskinan Sintang cukup tinggi, berada di angka 551 ribu per kepala per bulan atau 2,2 juta perbulan. Artinya, bila pendapatan keluarga di Sintang kurang dari angka tersebut, maka keluarga itu dianggap atau masuk dalam kategori miskin,” ungkapnya.

Kekeliruan ini, kata Jarot, biasanya pada proses pendataan. Sehingga perlu diperhatikan juga. Ada misklasifikation sebagai efek dari suasana batin masyarakat di desa.

“Data kita secara periodik akan dirilis dan dikontrol. Operator desa mendata dengan baik dan tepat. Untuk jadi valid, data harus dikonfirmasi dalam musyawarah desa. Saya harapkan sangat teliti dan tepatlah dalam proses pendataan, updating serta penggunaan sistem yang baik dan canggih ini,” pungkasnya.

Di tempat yang sama, Kepala Dinas Sosial Sintang, Arbudin menyampaikan kegiatan ini sejalan dengan prime mover pembangunan yang telah dicanangkan oleh Pemda Sintang. Hasil dari pembangunan diharapkan dapat mengurangi kesenjangan sosial di masyarakat.

“Dalam upaya untuk mencapai pembangunan yang terencana, terarah, dan berkelanjutan diperlukan data dan informasi yang tepat dan terbaru. Itulah sebabnya kita disini untuk memperdalam ilmu guna menghasilkan data yang baik dan tepat,”pungkasnya. (Dex)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here