PKK Utamakan Cegah Stunting, Kematian Ibu dan Anak

  • Whatsapp

LensaKalbar – Sebagai penggerak perubahan yang visioner para tim pengerak dan kader Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (PKK) diminta hendaknya memiliki pola pandang yang jauh ke depan dengan cara memanfaatkan seluruh peluang yang dimiliki sehingga tercipta kemandirian dan kemampuan menghadapi tantangan dan permasalahan di segala kondisi.

Hal itu disampaikan oleh Menteri Dalam Negeri, Tjahjo Kumolo pada Pembukaan Hari Kesatuan Gerak (HKG) Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (PKK) Nasional Ke-47 Tahun 2019 di lapangan Ruang Terbuka Hijau (RTH) Imam Bonjol, Kota Padang, Sumatera Barat, Kamis (25/7/2019).

Menteri Tjahjo menilai sinergitas antara tim penggerak PKK dengan seluruh peran dan aktivitas pemerintah daerah melalui organisasi perangkat daerah sangatlah penting.

“harus ada keterpaduan, sinergitas antara gerakan tim pengerak PKK dengan gerakan-gerakan untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat oleh pemerintah pusat dan daerah,” kata Mendagri Tjahjo Kumulo dalam sambutannya.

Selain itu, Mendagri menginginkan agar seluruh kader PKK untuk terus menggerakan, mengorganisir keluarga baik ditingkat RT, RW, Kelurahan, Desa, Kecamatan untuk memperhatikan gizi anak, kematian ibu hamil, stunting dan berbagai kepentingan keluarga yang ada ditingkat desa dan kelurahan.

Kegiatan yang berlangsung mulai dari tanggal 24 hingga 27 Juli 2019 itu  diperkirakan dihadiri oleh 5000 pengurus PKK Se-Indonesia dan hadir diantaranya Ketua Tim Penggerak PKK Kota Pontianak, Yanieta Arbiastutie Edi Kamtono.

Menurut Yanieta Arbiastutie Edi Kamtono, Tim pengerak PKK Kota Pontianak merupakan mitra pemerintah  untuk bersinergi bersama membangun daerah dengan sepuluh program pokok PKK yaitu Penghayatan dan Pengamalan Pancasila, Gotong Royong, Pangan, Sandang, Perumahan dan Tata laksana Rumah Tangga, Pendidikan dan Keterampilan, Kesehatan, Pengembangan Kehidupan Berkoperasi, Kelestarian Lingkungan Hidup dan Perencanaan Sehat.

Yanieta Arbiastutie mencontohkan untuk memperhatikan gizi anak, penurunan angka kematian ibu dan bayi, stunting dan berbagai kepentingan keluarga yang ada ditingkat kecamatan dan kelurahan, TP PKK Kota Pontianak melalui Pokja IV bersama Dinas Kesehatan Kota Pontianak selalu rutin turun ke lapangan.

“Agar stunting tidak terjadi di Kota Pontianak kita melakukan sosialisasi dengan cara mengkampanyekan stop stunting di enam kecamatan, ” ujar Yanieta Arbiastutie ketika mengikuti seminar nasional PKK Tahun 2019 di Kyriad Hotel Bumi Minang, Jumat (26/7/2019).

Lebih lanjut, bersama tim penggerak PKK Kota Pontianak yang dipimpinnya, Yanieta Arbiastutie berkomitmen akan mensosialisasikan dan mengimplementasikan ke masyarakat hasil dari rumusan seminar nasional  PKK tingkat nasional melalui kelompok-kelompok kerja sehingga sasaran dan tujuannya bisa tercapai.

“Sesuai dengan tema seminar nasional PKK Tahun 2019 yang mengambil tema kita persiapkan Rekernas IX tahun 2020 dengan semangat pembaharuan tentunya pengurus PKK Kota Pontianak selalu terus bersemangat untuk berkerja dan bersinergi bersama pemerintah untuk tujuan meningkatkan kesejahteraan masyarakat” pungkasnya. (Nrt/Humpro)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *