Beranda Sambas 2022, Kalbar Ditarget 140-150 Desa Mandiri

2022, Kalbar Ditarget 140-150 Desa Mandiri

LensaKalbar – Gubernur Kalimantan Barat (Kalbar), H Sutarmidji bersama Pangdam XII/ Tanjungpura Mayjen TNI, Herman Asaribab dan Kapolda Kalbar Irjen Pol. Didi Haryono melakukan Karya Bakti Pembuatan Sumur Bor di Desa Nibung, Kecamatan Paloh, Kabupaten Sambas, Pada Hari Selasa (16/7/2019).

Dengan adanya Karya Bakti TNI ini, Gubernur Kalbar, H Sutarmidji sangat mengapresiasi kegiatan itu dalam rangka untuk pengembangan desa mandiri yang ada di Kabupaten Sambas. Dirinya pun berkeyakinan bahwa dalam waktu dua tahun akan ada seratus lebih desa mandiri akan diwujudkan di Kalbar bersama TNI-Polri.

“Tadi kita tinjau pembuatan sumur bor dimana untuk memenuhi indikator air bersih, kemudian ada gotong royong pembuatan Posyandu dan Paud itu merupakan indikator desa mandiri dalam rangka Bakti TNI. Kita yakin target yang ingin kita capai dalam dua tahun ini 140-150 desa mandiri, Insya Allah bisa terwujud,” ungkap Gubernur Kalbar usai peninjauan pembuatan sumur bor.

Pembuatan Sumur Bor, Posyandu, serta Paud, dalam rangka Bakti TNI tersebut, menurutnya, sudah memenuhi enam indikator desa mandiri. Sedangkan untuk pembuatan Pos Kamling direncanakan akan dibuat oleh Polda Kalbar guna mendukung desa mandiri.

“Hari ini kita sudah melihat sekitar tujuh sampai delapan indikator desa mandiri bisa dikerjakan secara murah, cepat dan mudah. Karena melibatkan sebagian besar masyarakat dan TNI-Polri juga,” tuturnya.

Untuk saat ini, kata dia,  Desa Nibung termasuk dalam indikator desa maju, dengan adanya beberapa indikator desa mandiri, Sutarmijdi beryakinan bahwa desa nibung tersebut bisa menjadi desa mandiri.

“Desa Nibung ini statusnya desa maju insya allah dia (desa_red) akan bisa tahun depan menjadi desa mandiri. Sedikit kali indikator-indikator yang akan kita penuhi dan dia akan berubah menjadi desa mandiri tidak terlalu sulit, saya optimis itu terwujud,”ujarnya.

Sementar itu, Mustamin Plh Kepala Desa Nibung mengutarakan, bahwa sangat terbantu adanya pembuatan sumur bor yang dilakukan oleh TNI, guna membantu masyarkat di desa itu dalam pemasokan air bersih yang selama ini sangat kurang.

“Sudah 23 tahun kami krisis air bersih, masyarakat setempat sudah beberapa kali upaya untuk mencari air bersih namun belum maksimal. Dengan adanya bantuan pembuatan sumur bor bisa meringankan masyarakat,” kata Mustamin.

Tak hanya itu saja, dirinya bersama masyarakat juga membuat sumur bor dengan menggunakan dan Anggaran Dana Desa (ADD) dan hasilnya sangat tidak maksmial dikarenakan kekurangan alat canggih dalam pencarian sumber air.

“Kita pernah coba dengan dana ADD buat sumur bor dengan alat seadanya namun tidak maksimal, kita kan tidak ada alat canggih dan ahlinya kita main tunjuk lansung saja. Dengan adanya bantuan TNI ini kita berharap sumur bor yang dibuat ini bisa membantu masyarakat dengan alat yang canggih dan orang yang ahli,” tutupnya. (Nrt/Humpro)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here