Menteri BUMN Resmikan Rencana Pembangunan SGAR, Rini: Targetnya 2020 Dioprasionalkan

  • Whatsapp
Menteri BUMN, Rini Soemarsono meresmikan Pencanangan Pembangunan Smelter Grade Alumina Refinery (SGAR) di Desa Bukit Batu Kecamatan Sungai Kunyit, Kabupaten Mempawah Provinsi Kalimantan Barat, Kamis (4/4/2019)
banner 468x60

LensaKalbar – Menteri BUMN, Rini Soemarsono meresmikan Pencanangan Pembangunan Smelter Grade Alumina Refinery (SGAR) di Desa Bukit Batu Kecamatan Sungai Kunyit, Kabupaten Mempawah Provinsi Kalimantan Barat, Kamis (4/4/2019).

Pembangunan Smelter Grade Alumina Refinery (SGAR) pun ditargetkan beroprasional dan memiliki produksi hingga 1 juta ton pada 2020 mendatang.

Pabrik pengolahan biji bauksi ini menjadi komitmennya Presiden RI. Sebab Presiden mengaku ingin memilki bauksit di Kabupaten Mempawah. Dan bermanfaat bagi masyarakat setempat

“Untuk itu, tambang bauksit harus dibangun dan harus dimulai dari sekarang,” ungkap Rini Soemarsono.

Dirinya mengklaim jika dengan adanya pabrik alumina ini, maka negara akan menghemat devisa mencapai 220 US Dolar setiap tahunnya. “Bahwa substitusi kebutuhan aluminium dalam negeri mencapai 550 ribu ton pertahunnya,” katanya.

Menurutnya, pencanangan pabrik ini selain karena arahan Presiden RI  juga karena dukungan para kepala daerah yang ada di Kalbar. “Dengan adanya pabrik ini maka harus bermanfaat terutama bagi masyarakat Mempawah. Jika Mempawah bisa membuat alumina dan bisa memproduksi sendiri, maka kedepan tidak perlu orang lain lagi,” tuturnya.

Rini menilai banyak seki manfaat yang dirasakan selama pembangunannya berlangsung. Seperti masyarakat akan mendapat pekerjaan. Kesempatan meningkatkan pendidikan disini sehingga mempersiapkan SDM dari masyarakat agar dapat bekerja di perusahaan ini.

“Bagaimana kita bisa memberikan kesejahteraan dan kemakmuran dimana kami beroperasi dan seluruh masyarakat diharapkan dukungan tekanan dari Presiden BUMN adalah milik rakyat dan bisa menurunkan ke anak cucu,” jelasnya.

Mentri BUMN Rini Soemarsono akan membuat inalum, Antam dan Chinalco dalam membentuk perusahaan patungan mendukung terealisasinya proyek tersebut termasuk meningkatkan kemampuan SDM Indonesia.

Chinalco, diakui Rini juga bersedia memberikan akses pasar International untuk 550.000 ton alumina pertahun hasil produksi dari pabrik yang diwacanakan berproduksi pada 2020 itu.

Smelter alumina salah satu sejumlah proyek strategis yang digarap holding BUMN sebagai percepatan hilirisasi tambang. “Saat ini cadangan bauksit Indonesia terbesar ke-8 dunia dengan peringkat kedua dunia terbesar. Pembangunan proyek smelter grade alumina diharapkan bisa meningkatkan nilai tambah produk tambang Indonesia,” tutupnya. (Syf/Hms)

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *