Bangun 10 Jembatan, Sintang Harus Inklusif

  • Whatsapp
Jarot Winarno
banner 468x60

LensaKalbar – Ada 10 jembatan yang dibangun Pemerintah Kabupaten Sintang selama masa kepemimpinan Jarot – Askiman. 8 jembatan dipastikan rampung di tahun anggaran 2019. Sisanya, masih diproses.

“Yang paling besar adalah jembatan Ketungau II yang menjadi mimpi masyarakat bakal jadi tahun ini. Begitu juga dengan jembatan yang ada di jalur Ambalau hingga Serawai seluruhnya selesai kita kerjakan,” ungkap Bupati Sintang, Jarot Winarno memberikan sambutannya pada peletakan batu pertama titik pembangunan Jembatan Rangka Baja Sungai Inggar di Desa Tuguk, Kecamatan  Kayan  Hilir, Senin (1/4/2019).

Jembatan rangka baja Sungai Inggar di Desa Tuguk, kata Jarot, merupakan jembatan yang akan dibangun dua tahun kedepannya. Tahap pertama telah dianggarkan lebih dari Rp900 juta. Di tahun 2020 mendatang akan kembali dianggarkan Rp3 miliar melalui dana ABT. Kemudian ditambah dengan bantuan CSR dari perusahaan PT Gunas Grop Kalbar sebesar Rp3 miliar.

“Totalnya ada Rp6 miliar dana yang dikucurkan tahun depan yang diperuntukan membangun jembatan tersebut. Begitu juga dengan jembatan Sungai Sekapat di Batang Hantu, Desa Panding Jaya, Ketungau Tengah juga akan dibangun,” paparnya.

Olehkarenanya, dua jembatan yang akan segera dibangun itu, diharapkan dapat mempermudah mobilitas masyarakat setempat. Tentunya berdampak pada peningkatan ekonomi di wilayah tersebut.

“Bukan hanya jembatan, tapi beberapa titik ruas jalan juga akan dibangun. Karena ada yang menjadi tanggungjawab Pemprov Kalbar seperti, jalan Simpang Medang – Nanga Mau, Nangah Tebidah – Blunyao. Jadi membangun harus keseluruhan tidak boleh pilih-pilih. Begitu juga dengan Kayan Hulu dan hulu Tebidah dan hulu Kayan juga kita bangun,” tuturnya.

Nah, pentingnya ungkap Jarot, bahwa dalam membangun suatu daerah itu tidak semudah mengembalikan telapak tangan. Perlu dukungan dari semua pihak, termasuk masyarakat dan pemerintah itu sendiri. Selain itu, harus inklusif.

“Sintang ini sama luasnya dengan Jawa Barat. Artinya, tidak akan mampu kita membangun sendiri. Butuh dukungan semua pihak baru pembangunan itu menjadi nyata dan menjawab persoalan yang dihadapi masyarakat selama ini,” katanya.

Terpisah, anggota DPRD Sintang, Kusnadi mengapresiasi pembangunan yang dilakukan pemerintah. Terutama untuk jalan dan jembatan. Sejak roda pemerintahan dikemudikan Jarot-Askiman, wilayah pinggiran dan pendalaman benar-benar mendapatkan tempat prioritas.

“Ini bentuk komitmen Bupat dan wakilnya. Karena membangun tidak dari kota, tapi dimulai dari pinggiran dan pedalaman,” ujarnya.

Kusnadi berharap ruas jalan serta jembatan yang dibangun dan atau yang bakal dibangun dapat selesai sebelum masa pemerintahan Jarot-Askiman berakhir. “Kalau bisa semuanya rampung sebelum masa jabatannya berakhir. Karena ini sebagai bentuk komitmen yang dibangun kepada masyarakat kita,” pungkasnya. (Dex)

banner 728x90

banner 728x90

banner 728x90

Pos terkait

banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *