26 Desa di Tempunak Minta Perbaikan Jalan dan Jembatan, Ini Saran Dewan Sintang

  • Whatsapp
Bupati Sintang, Jarot Winarno berjalan kaki saat mobil dinasnya amblas melewati ruas jalan Desa Pulau Mandong, Kecamatan Tempunak
banner 468x60

LensaKalbar – Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) tingkat Kecamatan Tempunak telah dilaksanakan. Hasilnya, menitikberatkan pembangunan infrastruktur jalan dan jembatan.

Pasalnya dari 26 desa yang ada di Kecamatan Tempunak kondisinya masih memprihatinkan. “Hampir semua desa memprioritaskan perbaikan jalan dan jembatan,” kata Anggota DPRD Sintang, Tuah Mangasih kepada Lensakalbar.com, Kamis (21/2/2019).

Olehkarenanya, Tuah menyarankan agar 26 desa tersebut dapat menyurati Bupati Sintang atau dinas terkait seperti, Dinas Pekerjaan Umum Sintang. Sehingga ruas jalan dan jembatan 26 desa yang ada di Kecamatan Tempunak dapat ditangani secepat mungkin.

“Kerusakan jalan dan jembatan kita juga disebabkan oleh faktor cuaca. Karena curah hujan dengan intensitas tinggi belakangan ini terjadi di wilayah Kabupaten Sintang,” katanya.

Kendati demikian, ungkap Tuah, beberapa titik ruas jalan di pedalaman Kecamatan Tempunak akan ditangani oleh UPJJ. Apabila tidak maka akan menghambat mobilitas angkutan kebutuhan bahan pokok bagi masyarakat setempat.

“Tapi memang kalau curah hujan masih tinggi maka pekerjaannya belum bisa maksimal,” ujarnya.

Politisi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) ini mengaku akan memperjuangkan aspirasi masyarakatnya, sehingga apa yang diusulkan pada Musrenbang 2019 ini dapat terealisasi di tahun 2020 mendatang.

“Sebagai wakil rakyat tentu akan berbuat sekuat tenaga dengan berbagai daya upaya agar apa yang diajukan oleh desa merupakan skala prioritas di desanya masing-masing untuk dapat terealisasi,” tuturnya.

Selain itu, legislator Dapil Kecamatan Sepauk – Tempunak itu akan semaksimal mungkin memperjuangkan aspirasi masyarakatnya. Terutama dana yang bersumber dari APBD Kabupaten Sintang.

“Kita juga akan melakukan komunikasi yang intens dengan Pemprov Kalbar dan Pemerintah Pusat (Pempus) agar dana mereka juga bisa masuk ke Kecamatan Tempunak. Mengingat kondisi ruas jalan dan jembatan benar-benar memprihatinkan,” ungkapnya.

Hanya saja, ungkap Tuah, untuk menarik dana APBD Provinsi dan APBN masuk ke Kecamatan Tempunak dibutuhkan trik-trik tersendiri. Sehingga apa yang dikomunikasikan dapat sejalan dengan harapan kita bersama. Tapi apabila ada dukungan politis dari masyarakat, dirinya optimis ihwal tersebut dapat terealisasi.

“Semoga hasil Musrenbang bang tahun ini bisa banyak terealisasi di tahun 2020 nanti,” pungkasnya. (Dex)

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *