Dari Sintang untuk Cirebon, Ini yang Ditawarkan Bupati Jarot…

  • Whatsapp
Bupati Sintang, Jarot Winarno saat melihat hasil kerjaninan tangan yang berbahan baku dari rotan, Rabu (7/11/2018), di Kabupaten Cirebon, Jawa Barat
banner 468x60

LensaKalbar –  Setelah berkeling, melihat, dan mengamati Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Industri Pangan, Olahan, dan Kemasan di Satuan Pelayanan (Satpel) Pengembangan Industri Rotan Cirebon, Jawa Barat, Rabu (7/11/2018).

Orang nomor satu di Bumi Senentang itupun menilai bahwa suplai bahan baku rotan untuk industri kecil dan menengah di Cirebon itu sangat tidak teratur, sebab harus mengambil bahan baku rotan dari Tegal dengan ketentuan harga tidak pasti.

Bacaan Lainnya

banner 300250

Olehkarenanya, Bupati Sintang menawarkan kepada Pemerintah Cirebon untuk pemenuhan bahan baku yang disuplai langsung dari Kabupaten Sintang.

“Kita sudah menawarkan bahan baku rotan dari Sintang untuk Cirebon. Seadainya terjadi MoU, kita tidak mau bahan bakunya yang masih asalnya dari hutan. Tetapi, kita maunya yang sudah kita olah setengah jadi,” ungkap Bupati Jarot saat melakukan kunjungan kerjanya di Kabupaten Cirebon.

Kunker Bupati Sintang tersebut turut di damping Ketua Kontak Tani Nelayan Andalan Kabupaten Sintang, Inosensius, Sekretaris Dinas Perkebunan dan Pertanian Kabupaten Sintang Juwita serta rombongan lainnya.

Dalam kujungan tersebut, Bupati Jarot di damping pejabat setempat meninjau lokasi workshop Satpel Pengembangan Industri Rotan Cirebon dan melihat hasil kerajinan tangan rotan baik yang sudah di olah maupun saat proses pengerjaannya seperti kursi, meja dan hasil kerajinan rotan lainnya.

“Jadi kita sudah berkeling, melihat, dan mengamati lah tentang apa yang mereka lakukan. Baik itu tentang pembinaan industri rotan, bagaimana cara mereka membuat industri rotan sampai mereka harus memenuhi permintaan ekspor ke Rusia dan negara-negara lain,” kata Jarot.

Nah, tambah Jarot, apabila wacana MoU dengan Pemerintah Kabupaten Cirebon sudah terlaksana, maka hal tersebut dapat membantu program yang sudah dilaksanakan Pemerintah Kabupaten Sintang melalui Disperindagkop melalui program P2EMAS.

“Setiap desa harus menentukan atau memilih salah satu produk unggulan desa. Di Kabupaten Sintang yang sudah memilih produk unggulan desa berupa rotan itu desa Mentajoi, Kecamatan Serawai, jadi separuh bahan rotan bisa dijadikan bahan baku setengah jadi dan bisa kita kirim ke Cirebon. Separuhnya lagi untuk pengembangan industri rotan di Desa Mentajoi. Harapannya, kita mampu bersaing lah seperti di Cirebon,” tuturnya.

Menurut Jarot, potensi bahan baku rotan di Kabupaten Sintang tidak hanya di Mentajoi, Kecamatan Serawai saja. Tetapi, juga terdapat di desa-desa lain dan Kecamatan lainnya di Kabupaten Sintang. Sehingga potensi bahan baku rotan cukup banyak.

Hanya saja, kata Jarot, yang masih menjadi kendala saat  ini adalah tidak adanya penampung dan belum ada yang memasarkannya sehingga potensi itu tidak terolah dengan baik.

“Ya, kalau kita sudah MoU dengan Pemerintah Kabupaten Cirebon mudah-mudahan industri rotan kita bisa majulah,” tutupnya. (Dex)

banner 728x90

banner 728x90

banner 728x90

Pos terkait

banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *