Jarot: Segera Tetapkan Status Siaga Darurat Karhutla

  • Whatsapp

LensaKalbar – Meskipun saat ini curah hujan masih tinggi, dalam waktu dekat, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sintang akan menetapkan status Siaga Darurat Bencana Kabakaran Hutan dan Lahan (Karhutla).

“Segera mungkin kita tetapkan,” kata Bupati Sintang, Jarot Winarno, Senin (19/2).

Bacaan Lainnya

Jarot menjelaskan, penetapan ini sebagai bentuk kewaspadaan Kabupaten Sintang untuk menghadapi ancaman bencana asap.

“Sintang belum ada kabut asap. Tetapi tetap harus waspada,” tuturnya.

Setelah Rakor ini, lanjut Jarot, Pemkab Sintang akan sesegera mungkin mengantisipasi Karhutla dengan berbagai langkah seperti,  melaksanakan Rakor bersama dengan semua instansi di Kabupaten Sintang, mewajibkan perusahaan untuk membina Desa Siaga Api, aktifdalam penanganan Karhutla sejak dini, memperkuatkoordinasi hingga ke tingkat kecamatan, dan Berkoordinasi dengan aparat keamanan.

Melalui langkah-langkah ini, Jarot berharap, berbagai persoalan dalam menangani Karhutla di Kabupaten Sintang, dapat diatasi dengan baik.

Kemudian, tambah Jarot, ada beberapa poin dalam penanganan karhutla di wilayah kerjanya. Pertama, bagaimana merubah mindset masyarakat kita yang kearifan lokal telah mengajarkan masyarakat untuk berladang berpindah. Kedua bagaimana mengajak masyarakat kita agar tidak membuka lahan dengan cara membakar.

“Perosalan pertama sudah kita siasati dengan cetak sawah seluas 2.515 hektar. Sementara persoalan kedua, dengan mensosialisikan kepada masyarakat agar tidak lagi membuka lahan dengan cara membakar,” ungkap Jarot.

Terkait sosialisasi membuka lahan tanpa membakar ini, kata Jarot, masih perlu digencarkan di Kabupaten Sintang. Lantaran dihadapkan pada permasalah kurang memadainya sarana dan prasarana.

“Mereka mau tidak membakar. Tetapi dari kita pemerintah harus menyiapkan alternatifnyalah,” ucap Jarot.

Sementara terkait penanganan hostpot, Jarot memastikan, tidak mengalami kendala yang berarti.

“Hanya saja, sampai saat ini kita masih berusaha mengubah dua hal mindset masyarakat tersebut (berladang berpindah dan membuka lahan dengancara bakar-red),” tutup Jarot. (Dex)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *