Bola Salju Penolakan GGD Terus Menggelinding

  • Whatsapp
sejumlah Anggota Komisi C DPRD Sintang ketika menggelar audensi penolakan GGD di Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Kalbar, Senin (23/10).

LensaKalbar – Penolakan terhadap program Guru Garis Depan (GGD) di Kabupaten Sintang, lantaran dianggap tidak berpihak kepada putra putri daerah, bak bola salju yang terus menggelinding. Tidak hanya di kabupaten, kini sudah merangsek ke tingkat provinsi.

Awalnya penolakan itu disampaikan Aliansi Masyarakat Peduli Pendidikan (AMPP) ke DPRD Sintang. Kini para wakil rakyat Bumi Senentang itu pun bersedia memfasilitasi kelompok ini untuk audiensi ke Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalbar.

Bacaan Lainnya

“DPRD Sintang, Pemkab Sintang bersama Pemprov Kalbar akan terus memfasilitasi AMPP dalam menyampaikan aspirasinya hingga ke Pusat yaitu Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia,” kata Herimaturida, Ketua Komisi C DPRD Sintang, Selasa (24/10).

Senada juga disampaikan Anggota Komisi C DPRD Sintang, Tuah Mangasih. Dia mengungkapkan, dalam waktu dekat, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kalbar, Alexius Akim akan memanggil seluruh Kepala Disdikbud Kabupaten/Kota di Kalbar.

“Rencananya Senin mendatang,” katanya.

Tuah mengatakan, dengan Rapat Kerja (Raker) Disdikbud se-Kalbar tersebut khusus membahas GGD tersebut, diharapkan nantinya akan diperolah suara yang bulat.

“Nanti, usai rapat dan ada keputusan yang pasti, maka hasilnya akan dihimpun dan dibawa kembali ke Pempus, dalam hal ini Kementerian Pendidikan  dan Kebudayaan RI,” ucap Tuah.

Ia juga berharap ada titik terang terkait program GGD ke depannya. Sehingga tidak menimbulkan persoalan di kemudian hari.

“Sebisa mungkin kita ingin menyampaikan, kemudian mendengarkan apa solusi yang diberikan Kemendikbud, agar GGD ini tidak lagi menjadi polemik ke depannya,” tutup Tuah. (Dex)

 

 

Baca :

Berharap Dukungan Pempus Bangun Rangka Baja Jembatan Ketungau II

Jeffray : ADD Harus Diverifikasi

Heri : Kita Masih Menunggu Kehadiran Pemerintah

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

1 Komentar